Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tingkat Pengangguran di Sumut Menurun, Sektor Pendidikan Jadi Penopang Utama

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Data distribusi jumlah penduduk berdasarkan lapangan kerja yany dirilis BPS, Kamis (5/2/2026).(foto:bpssumut)

Nusantaraterkini.coMEDAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Kamis (5/2/2026), merilis kondisi ketenagakerjaan yang menunjukkan tren positif pada akhir tahun 2025. Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumut pada November 2025 tercatat sebesar 5,28 persen, mengalami penurunan sebesar 0,04 persen poin jika dibandingkan dengan posisi Agustus 2025. 

Kepala BPS Sumut Asim Saputra, memaparkan, secara akumulatif, jumlah angkatan kerja di wilayah ini mencapai 8,416 juta orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7,971 juta orang telah terserap ke berbagai lapangan pekerjaan, meski angka ini mengalami penurunan tipis sekitar 5 ribu orang dari periode Agustus sebelumnya. Penurunan ini diimbangi dengan berkurangnya jumlah pengangguran sebanyak 3 ribu orang dalam periode yang sama. 

Baca Juga : Okupansi Hotel Sumut Naik di Akhir 2025, Durasi Menginap Justru Menurun

​"Data menunjukkan bahwa sektor pendidikan menjadi motor penggerak utama dalam penyerapan tenaga kerja baru. Sektor ini mencatatkan peningkatan jumlah pekerja terbesar, yakni sebanyak 32 ribu orang," ujar Asim Saputra. 

Baca Juga : Naik Paling Tinggi, Wisatawan Tiongkok Jadi Primadona Baru Pariwisata Sumut

Di sisi lain, katanya, sektor pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung justru mengalami kontraksi dengan penurunan penyerapan tenaga kerja paling signifikan, mencapai 34 ribu orang. Meski demikian, sektor pertanian tetap mendominasi struktur pasar kerja di Sumut dengan kontribusi sebesar 32,11 persen. 

Dalam laporannya, BPS juga menyoroti karakteristik pendidikan dari penduduk yang bekerja. Saat ini, tenaga kerja di Sumut didominasi oleh tamatan Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan persentase 30,15 persen. Menariknya, kelompok berpendidikan universitas justru mencatatkan peningkatan persentase terbesar dalam distribusi penduduk bekerja, yakni naik 0,72 persen poin dibandingkan Agustus 2025. 

Baca Juga : Tantangan Asta Cita: Ancaman Deforestasi dan Pengangguran Hantui Elektabilitas Prabowo ​

​Kondisi ketenagakerjaan ini juga memperlihatkan dinamika pada jam kerja penduduk. Mayoritas pekerja di Sumut, atau sekitar 65,63 persen, dikategorikan sebagai pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Namun, terdapat peningkatan pada kelompok pekerja paruh waktu yang kini mencapai 25,40 persen dari total penduduk yang bekerja. 

Baca Juga : Tingkat Pengangguran di Sumut Turun Menjadi 5,32 Persen

​Mengenai indikator partisipasi ekonomi, kata Asim, data mencatat adanya perbedaan yang cukup signifikan berdasarkan jenis kelamin. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) laki-laki jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan.

Baca Juga : Pabrik Sandal Swallow Medan Terbakar: FPBI Peringatkan Potensi PHK Sepihak dan Pelanggaran Hak Buruh

"Berdasarkan jenis kelamin, pada November 2025, TPAK laki-laki sebesar 85,01 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 58,96 persen," lanjutnya.

​Meskipun angka pengangguran secara umum menurun, tantangan besar masih terlihat pada distribusi pengangguran berdasarkan latar belakang pendidikan. Kelompok lulusan SMA masih mendominasi angka pencari kerja di provinsi ini.

Baca Juga : PHK 2025 Tembus 88 Ribu Jiwa, DPR Semprot Pemerintah: Jangan Cuma Sibuk Bikin Rencana di Atas Kertas ​

"Selama periode Agustus 2025 sampai November 2025, distribusi pengangguran menurut pendidikan tertinggi yang ditamatkan didominasi oleh tamatan Sekolah Menengah Atas yang pada November 2025 mencapai 43,53 persen," pungkasnya.

(Emn/Nusantaraterkini.co)