Ekonomi Nasional Tumbuh 5,11 Persen, Maluku dan Papua Catat Pertumbuhan Tertinggi
Ekonomi Indonesia 2025 tumbuh 5,11 persen. Maluku dan Papua jadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi mencapai 10,74 persen.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA –Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (5/2/2026), merilis, pertumbuhan ekonomi nasional selama satu tahun penuh mencatatkan angka 5,11 persen (c-to-c), melampaui capaian pertumbuhan tahun 2024 yang berada di angka 5,03 persen.
Secara kewilayahan, Pulau Jawa tetap menjadi motor utama ekonomi nasional dengan kontribusi sebesar 56,86 persen terhadap PDB, disusul oleh Pulau Sumatera sebesar 22,01 persen. Namun, dari sisi laju pertumbuhan, kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua memimpin jauh di atas rata-rata nasional dengan pertumbuhan mencapai 10,74 persen.
"Kelompok provinsi di Pulau Maluku dan Papua mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 10,74 persen, diikuti oleh Pulau Sulawesi yang tumbuh sebesar 7,51 persen sepanjang tahun 2025," ujar Direktur Neraca Produksi BPS RI, Puji Agus Kurniawan.
Di wilayah barat, lanjutnya, Pulau Sumatera mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,82 persen, sementara Pulau Jawa tumbuh stabil di angka 4,96 persen. Pulau Kalimantan yang menjadi pusat pertumbuhan baru seiring pembangunan IKN mencatatkan performa solid dengan pertumbuhan 5,59 persen, dan wilayah Bali serta Nusa Tenggara tumbuh sebesar 5,30 persen.
Pertumbuhan yang signifikan di wilayah timur Indonesia, khususnya Maluku dan Papua, didorong oleh peningkatan aktivitas di sektor industri pengolahan serta pertambangan dan penggalian. Hal ini mencerminkan keberlanjutan dampak hilirisasi sumber daya alam yang mulai merata di berbagai daerah.
"Struktur ekonomi Indonesia secara spasial pada tahun 2025 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi ekonomi sebesar 56,86 persen terhadap Produk Domestik Bruto," lanjutnya.
Berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB), ekonomi Indonesia pada akhir tahun 2025 mencapai Rp23.821,1 triliun atas dasar harga berlaku. Angka ini sekaligus mendorong kenaikan PDB per kapita masyarakat Indonesia menjadi Rp83,7 juta atau setara dengan USD 5.083,4 per tahun.
Ditinjau dari sisi produksi, geliat ekonomi didorong oleh pertumbuhan signifikan di sektor Jasa Lainnya yang melonjak hingga 9,93 persen. Sementara itu, dari sisi pengeluaran, mesin pertumbuhan utama datang dari komponen ekspor barang dan jasa yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 7,03 persen.
"Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELKapolda Sumsel Rony Samtana Ajak Doa Bersama Musibah Karhutla
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOKenalkan Istri hingga Anak di Acara Pisah Sambut, Kapolda Sumsel: Mohon Diterima Jadi Bagian Sumsel
Fadli Tara·3 jam yang lalu -
NASIONALPemerintah Realisasikan Penarikan Utang Rp494,3 Triliun Hingga September 2026
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
KRIMINALBelum Baca Dakwaan, Terdakwa KDRT Ditegur Hakim PN Medan
Herman Saleh Harahap·4 jam yang lalu -
NEWSKetum JMSI Pamerkan Batik Ciprat Karya Anak Berkebutuhan Khusus di Markas PBB
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
KRIMINALGanjaran Pasal Berlapis Menjerat Tiga Terdakwa Narkotika
Herman Saleh Harahap·5 jam yang lalu -
E-SportLibas Dewa United 2-0, NAVI Puncaki Klasemen MPL ID Season 18
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
EKONOMIKepala BI Sumut Dikukuhkan, Bobby Ingatkan Ketimpangan Pertumbuhan Ekonomi
Herman Saleh Harahap·6 jam yang lalu -
-
KRIMINALTiga Terdakwa Kasus Narkotika Jalani Proses Hukum, Dua Dituntut hingga 4 Tahun 10 Bulan
hendra·6 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan