Nusantaraterkini.co, MEDAN - Meningkatnya harga sewa lapak di Pasar Modern MNTC Medan membuat banyak pedagang terpaksa gulung tikar.
Dalam wawancara dengan Josua Purba, salah seorang petugas di MNTC, pada Sabtu (28/09/2024), terungkap bahwa banyak pedagang memilih untuk menutup toko mereka atau berpindah ke model jualan online.
Baca Juga : Rencana Pelarangan Impor Pakaian Bekas Dinilai Berpotensi Memukul Ekonomi Rakyat di Medan
“Biaya sewa lapak di sini berkisar antara Rp30 juta hingga Rp50 juta per tahun. Dengan kondisi pasar yang sepi pembeli, banyak pedagang yang merasa tidak mampu menanggung beban biaya tersebut,” ungkapnya.
Baca Juga : Pedagang Pakaian Bekas di Kota Medan Tolak Rencana Penindakan Pemerintah
Dia menjelaskan bahwa lonjakan harga sewa, yang tidak diimbangi dengan jumlah pengunjung yang memadai, membuat para pedagang berpikir dua kali untuk terus berjualan di MNTC.
Josua juga menyebutkan bahwa tidak sedikit pedagang yang akhirnya memilih untuk berjualan dari rumah secara daring.
Baca Juga : Pedagang Bendera Musiman di Medan Ngaku Sering Cekcok dengan Ormas soal Lapak
“Sekarang, banyak dari mereka beralih ke platform online untuk menjangkau pembeli. Ini menjadi solusi yang lebih menguntungkan bagi mereka, meskipun harus menghadapi tantangan baru dalam pemasaran,” tambahnya.
Baca Juga : Diduga Oknum ASN Disperindag Langkat Hingga Pedagang Jual Beli Lapak di Pasar Tradisional Tanjung Pura
Fenomena ini menjadi sorotan, mengingat MNTC sebelumnya dikenal sebagai pusat perbelanjaan yang ramai. Namun, dengan kondisi saat ini, banyak yang mengkhawatirkan keberlangsungan pedagang kecil.
“Keberadaan lapak-lapak ini sangat penting untuk masyarakat. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah dan pengelola pasar agar pedagang bisa berjualan dengan lebih baik,” tutup Josua dengan harapan akan adanya perubahan positif di masa depan.
Baca Juga : Harga Ikan Tawar Mahal, Masyarakat Beralih ke Ikan Laut dan Ayam
(cw9/Nusantaraterkini.co)
