Nusantaraterkini.co, MEDAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, seorang pedagang bendera musiman di kawasan Taman Makam Pahlawan, Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, mengaku kerap terlibat cekcok dengan kelompok diduga organisasi masyarakat (ormas) terkait penempatan lapak.
Salah seorang pedagang, Hotmaida (41), mengatakan gesekan itu terjadi pada tahun 2025 ini saja. Selain cekcok, kata Hotmaida, kelompok diduga Ormas tersebut juga membuat lapaknya sendiri.
“Kadang kami sudah datang pagi-pagi, tapi tiba-tiba ada ormas yang minta pindah karena katanya itu wilayah mereka,” ujar perempuan yang sudah 15 tahun berjualan bendera di kawasan tersebut, pada Kamis (14/8/2025).
Namun, dia tidak mengetahui persis apa nama Ormas tersebut. Kata Hotmaida, mereka mengaku punya hak izin untuk berjualan.
Baca Juga : Bendera Merah Putih Sepi Peminat, Pedagang Sebut Banyak Anak Muda Cari Bendera Bajak Laut One Piece
Di sisi lain, sebuah lapak sebelah lapak Hotmaida telah berdiri. Seorang bernama Acek-bukan nama sebenarnya-mengaku baru pertama kali berjualan di kawasan makam pahlawan.
Dia mengatakan, jika usaha jualan bendera itu merupakan bagian dari program tahunan karang taruna mereka. Meskipun begitu, dia tidak menyebut karang taruna dari kawasan mana.
Semua bahan, lanjut Acek, bersumber dari organisasi mereka. Begitupun dengan hasil penjualan bendera akan disetorkan ke Ketua organisasi mereka itu.
“Bahan dan hasil dari dan disetor kenketua-ketua itu. Kami cuma jualan aja,” katanya saat ditemui Nusantaraterkini.co.
Pantauan Nusantaraterkini.co, deretan bendera merah putih berbagai ukuran, umbul-umbul, dan pernak-pernik kemerdekaan dijajakan di tepi jalan. Namun, dibandingkan tahun lalu, jumlah pedagang tampak berkurang.
Pedagang lainnya, Nurhayati (38), mengungkapkan selain persaingan antarpenjual, penurunan daya beli juga menjadi tantangan.
Meski tidak ada biaya lapak, ia menyebut pengutipan biaya parkir menjadi alasan tersendiri banyak warga yang enggak singgah di lapaknya.
“Sewa lapak enggak ada, cuma parkir ini yang jadi masalah. Cuma tahun ini ada bayar parkir,” tutur Nurhayati.
Baca Juga : Hadiah Ultah Bendera Merah Putih untuk Bocah yang Lahir di Hari Kemerdekaan
Dia menduga karena kondisi itu turut membuat penghasilan usahanya merosot.
“Maunya kalau parkir di lapak kita janganlah ada biaya parkir lagi. Orang-orang jadi nggak mau singgah,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, Nusantaraterkini.co belum mendapatkan respons dari pemerintah setempat dalam hal ini pihak kelurahan Pasar Merah Barat.
(cw7/nusantaraterkini.co)
