Temuan Migrant Care Soal Metode Pemilihan Berbeda-beda, KPU: Sedang Diklarifikasi PPLN New York
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hasyim Asy'ari mengungkapkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) New York sedang menyiapkan klarifikasi terkait temuan Migrant Care mengenai adanya metode pemilihan yang berbeda-beda.
Baca Juga : Sekjen dan 5 Komisioner KPU Disanksi Peringatan Keras terkait Private Jet
“Kami sudah mendapat informasi itu, (dan) sedang diklarifikasi oleh teman-teman PPLN di New York. Jadi hasil perkembangan klarifikasi, bagaimana kita (akan) sampaikan kepada publik (mengenai) kebenaran informasi tersebut,” katanya di Gedung KPU Pusat, Jakarta Pusat, Senin (22/1/2024).
Baca Juga : Bawaslu Aceh Timur Gelar Pembinaan dan Penguatan Kelembagaan Bersama Stakeholder
Hasyim memastikan, pemungutan suara metode pos yang dilakukan oleh PPLN sudah dikirim kepada pemilih.
“Itu mulai tanggal 2-11 Januari 2024. Berarti dengan begitu, pemilih sudah dapat memilih terhitung sejak diterimanya surat suara metode pos. Itu artinya kan pemungutan suaranya metode pos sudah berjalan di luar negeri dan kalau yang sudah dikirim balik, kepada PPLN itu nanti dikumpulkan dan nanti akan dihitung bersama-sama dengan penghitungan di dalam negeri,” jelasnya.
Baca Juga : KPU Umumkan Perubahan Metode Memilih di Luar Negeri pada Pemilu 2024
Hasyim menjelaskan, jadi pada dasarnya, di luar negeri terdapat tiga metode pemungutan suara, yakni metode penghitungan TPS, metode penghitungan pos, dan metode kotak suara keliling (KSK).
“Hasil penghitungan suaranya nanti dilakukan bersama-sama dengan penghitungan di dalam negeri, yang akan dilaksanakan tanggal 14 Februari sampai dengan 15 Februari,” ungkapnya.
Terkait waktu penghitungan, Hasyim menekankan akan menyesuaikan dengan waktu di mana PPLN tersebut bertugas.
Sebelumnya, Migrant Care mengaku telah menerima informasi dan pengaduan dari diaspora Indonesia di New York, Amerika Serikat terkait kejanggalan yang ada dalam DPT LN (Daftar Pemilih Tetap Luar Negeri) yang ditetapkan oleh PPLN New York.
Kemudian, hasil verifikasi Migrant Care menemukan model penggandaan data pemilih dan metode pemilihan yang berbeda-beda.
(mr6/nusantaraterkini.co)
