Nusantaraterkini.co, BANYUASIN—Indonesia secara resmi melakukan ekspor perdana produk makanan hewan peliharaan asal Sumatera Selatan (Sumsel) ke Filipina sebanyak tiga kontainer dengan total muatan sekitar 70 ton produk makanan basah dalam kemasan kaleng dan pouch dengan nilai mencapai Rp3 miliar, Kamis (12/2/2026).
Pelepasan ekspor produksi PT Evo Manufacturing Indonesia yang dilakukan di Desa Karang Anyar, Kabupaten Banyuasin, ini menandai langkah awal penguatan industri pakan hewan dalam negeri di pasar global.
Baca Juga : Usung Tema Lentera Pak Sabar, BATIQA Hotel Palembang Sajikan Nuansa Kampung Tempo Dulu Sambut Ramadan
Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyampaikan jika komitmen pemerintah dalam mendampingi para eksportir lokal untuk menembus pasar internasional melalui perjanjian dagang dan promosi global.
Baca Juga : Harga Ayam Bertahan Rp 38.000 Per Kg, Pedagang di Palembang Keluhkan Penurunan Daya Beli
"Kita bantu mencari pasarnya melalui berbagai cara, mulai dari membuat perjanjian dagang hingga mempromosikan produk lokal untuk global. Perwakilan kita di luar negeri akan terus membantu eksportir jika menemui kendala atau ingin mencari pasar baru," ujar Budi Santoso dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/2/2026).
Sementera itu, Co-Founder Evo Group, Dimas Baskoro mengatakan jika potensi pasar pakan hewan kesayangan sangat menjanjikan dengan pertumbuhan rata-rata global mencapai 8,5 persen per tahun. Pihaknya optimistis produk berbasis bahan baku lokal ini mampu bersaing di kancah internasional.
Baca Juga : Polisi Temukan Kerangka Manusia Saat Pencarian Lansia Korban Perampokan di Banyuasin, Diduga Jasad Christina
"Kami sudah mempersiapkan sejak awal karena pasar pakan hewan ini sangat besar, tidak hanya lokal tapi juga global. Pertumbuhan market global saat ini 8,5 persen per tahun, ini bisnis yang sangat menjanjikan," katanya.
Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Bidik Penyerapan 172 Ribu Ton Beras pada 2026
Direktur Standar Karantina Hewan Barantin, Suwarno Triwidodo menyebut keamanan dan kualitas produk juga menjadi perhatian utama. Pihaknya memastikan seluruh barang yang dikirim telah memenuhi kriteria ketat otoritas karantina negara tujuan.
"Kami memastikan bahwa produk-produk tersebut memang sudah memenuhi persyaratan ekspor yang ditentukan oleh negara tujuan. Mudah-mudahan ini merupakan langkah awal ke depan akan semakin berkembang dengan negara tujuan ekspor yang semakin luas lagi," jelasnya.
Ke depan, PT Evo Manufacturing Indonesia berencana meningkatkan kapasitas produksi secara signifikan guna memenuhi permintaan dunia.
“Produksi makanan basah ditargetkan naik dari 52 ribu ton menjadi 180 ribu ton per tahun, sementara makanan kering diproyeksikan melonjak hingga 110 ribu ton per tahun untuk membidik pasar Vietnam hingga kawasan Eropa,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
