Nusantaraterkini.co, PALEMBANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel) menargetkan penyerapan beras tahun 2026 meningkat sebesar 29,4 persen menjadi 172.682 ton setara beras setelah berhasil melampaui target pengadaan pada tahun sebelumnya. Optimisme ini muncul menyusul capaian tahun 2025 yang terealisasi hingga 106 persen dengan total volume mencapai 141.465 ton setara beras.
Pimpinan Wilayah Bulog Sumsel Babel, Mersy Windrayani menyampaikan jika sinergi di lapangan menjadi kunci untuk menggenjot penyerapan gabah kering panen (GKP) dari petani lokal.
Baca Juga : Perum Bulog Padangsidimpuan Siap Lakukan Penyerapan Gabah Kering di Tabagsel
“Tahun lalu penyerapan berhasil mencapai target sebesar 141.465 ton setara beras,” ujar Mersy dalam keterangan yang diterima, Minggu (25/1/2026).
Baca Juga : DPR Dorong Perum Bulog Jadi Badan Mandiri Demi Stabilitas Harga Pangan
Ia menyebut, hingga Sabtu 24 Januari 2026, Bulog telah mulai menyerap gabah di beberapa titik panen awal tahun yakni seperti di Kabupaten Banyuasin, dengan total serapan sementara mencapai 4.174 ton.
“Sampai saat ini, Bulog tetap konsisten melakukan pembelian sesuai harga ketentuan yakni Rp6.500 per kilogram,” imbuhnya.
Meskipun menerapkan kebijakan serapan untuk segala kualitas (any quality), Bulog tetap mengimbau para petani agar memperhatikan waktu panen yang optimal untuk menjaga standar Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).
“Harapannya dengan sinergi berbagai pihak di lapangan, penyerapan gabah kering panen lebih meningkat. Beras ini yang akan disimpan menjadi beras CPP yang nantinya disalurkan ke masyarakat,” pungkasnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
