Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Ketua MPR Ahmad Muzani memuji peran Muhammadiyah yang disebutnya tanggap dalam penanggulangan bencana. Muzani mengingatkan pentingnya bergotong royong di tengah kondisi dunia yang penuh ketidakpastian.
Muzani pun mengapresiasi langkah Muhammadiyah ini yang disebutnya memperkuat rasa nasionalisme.
Baca Juga : Direktur RSJ Prof dr M Ildrem Terima Kunjungan GKPI Medan Kota
"Kegiatan ini yang digelar oleh MDMC ini sebagai upaya untuk menguatkan kita sebagai bangsa dan negara. Muhammadiyah berupaya untuk mencari insan-insan yang memiliki jiwa kepedulian dan kemanusiaan tinggi dan terpanggil untuk menjaga NKRI dalam penyelesaian solusi bersama dalam menghadapi bencana," kata Muzani, Jumat (27/6/2025).
Baca Juga : IHSG Dibuka Menguat Tipis 0,02% di Level 8/167,71 di Perdagangan Kamis (9/10/2025)
Muzani mengingatkan Indonesia yang merupakan negara kategori ring of fire, memiliki banyak gunung berapi. Muzani menyebut Muhammadiyah selalu hadir di saat ada bencana alam.
"Muhammadiyah ketika menghadapi bencana selalu terdepan dalam memberi harapan. Bergotong royong untuk bersama sama membantu dan ini tidak dimiliki oleh semua bangsa. Kenapa kita sangat dominan dengan gotong royong? Karena ada nilai kebersamaan dan semangat keagamaan yang menyatu dalam kehidupan kita. Apalagi jauh sebelum kita merdeka, Muhammadiyah telah mendirikan sekolah, rumah sakit, yayasan sosial dalam upaya memberikan pelayanan kepada masyarakat," jelas Muzani.
Baca Juga : Kampanye Di Luar Jadwal Zonasi, KPU Pastikan Akan Beri Teguran
Muzani lantas mengingatkan dunia yang tidak dalam keadaan baik-baik saja saat ini. Muzani mengungkit sikap Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai pidatonya, termasuk di Rusia kemarin, yang menegaskan sikap Indonesia yang bebas aktif dan nonblok terkait konflik Israel dengan Iran.
Baca Juga : DPR Desak Pemerintah Percepat Bantuan Air Bersih untuk Korban Bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar
"Namun demikian dukungan kita terhadap Palestina tidak boleh kendor, tidak boleh berkurang. Konflik Iran Israel semua berawal karena Palestina. Sikap Presiden Prabowo dalam pidatonya di Mesir, Turki, dan terakhir di Rusia selalu mengedepankan diplomasi nonblok. Dan Pak Prabowo selalu menegaskan satu musuh terlalu banyak, seribu kawan terlalu sedikit, itulah slogan politik bebas aktif nonblok. Kita meyakini bangsa Palestina akan segera merdeka terbebas dari penjajahan dan cengkraman Israel," ujar Muzani.
(cw1/nusantaraterkini.co)
