Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Hujan Monsun Landa Pakistan, Tewaskan 45 Orang dalam 4 Hari

Editor:  Feriansyah Nasution
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi Hujan Monsun. (Int)

Nusantaraterkini.co, ISLAMABAD - Tujuh orang tambahan dilaporkan tewas akibat kecelakaan yang dipicu oleh hujan lebat di seluruh Pakistan dalam dua hari terakhir, menambah jumlah korban tewas sejak awal musim monsun pada 26 Juni menjadi 45 orang, demikian disampaikan Otoritas Penanggulangan Bencana Nasional (National Disaster Management Authority/NDMA) Pakistan pada Minggu (29/6/2025).

Jumlah korban luka meningkat menjadi 68 orang setelah enam orang tambahan mengalami cedera akibat hujan lebat yang melanda hampir seluruh provinsi di Pakistan, ungkap NDMA dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga : Jubir Hamas Abdul Latif al-Qanou Tewas dalam Serangan Udara Israel di Gaza Utara

Mayoritas korban jiwa disebabkan oleh runtuhnya atap dan banjir bandang yang menghanyutkan rumah-rumah dan jembatan, ujar otoritas tersebut.

Baca Juga : Turis Spanyol Diserang Kelompok Bersenjata di Afghanistan, Tiga Tewas

NDMA melaporkan bahwa 89 rumah mengalami kerusakan, baik sebagian maupun total, dan 55 ekor ternak juga juga dilaporkan mati.

Selain itu, NDMA juga menyebutkan bahwa aliran air di sungai dan bendungan di seluruh negeri masih berada dalam kondisi normal.

Baca Juga : Bangun Hampir 900 Pos Pemeriksaan dan Gerbang Besi, Palestina: Israel Batasi Pergerakan di Tepi Barat

Berbagai aktivitas bantuan terus berlangsung, dengan NDMA dan relawan setempat mendistribusikan pasokan kebutuhan pokok.

Baca Juga : Unggahan Story Erdogan usai Turki Blokir Instagram

Sementara itu, NDMA telah mengeluarkan peringatan cuaca terkait hujan lebat dan badai petir yang diperkirakan akan melanda sebagian besar wilayah negara tersebut dalam 12 hingga 24 jam ke depan.

NDMA telah mengimbau otoritas manajemen bencana tingkat provinsi, pemerintah distrik, dan instansi terkait untuk tetap waspada, memastikan langkah-langkah antisipasi, serta mengaktifkan rencana darurat guna meminimalkan potensi kerusakan. 

Baca Juga : Kenapa Ada Tentara PBB di Kawasan Lebanon?

(fer/nusantaraterkini.co) 

Baca Juga : Netanyahu di Sidang Umum PBB, Sebut Israel Ingin Berdamai, Tapi Sudah Cukup

Sumber: Xinhua