Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soroti Masalah APBD di Wilayahnya, Bupati Tapsel Janji Perbaiki dengan Kultur Korporasi

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bupati Kabupaten Tapsel, Gus Irawan Pasaribu (tengah) saat diskusi publik dan buka bersama yang digelar oleh Ikatan Almuni Magister Studi Pembangunan (IKA MSP) FISIP USU, pada Sabtu (22/3/2025). (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu menyebutkan jika alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di wilayahnya tidak berkeadilan.

Hal ini diungkapkan dalam acara diskusi publik dan buka bersama yang digelar oleh Ikatan Almuni Magister Studi Pembangunan (IKA MSP) FISIP USU, pada Sabtu (22/3/2025).

"Struktur APBD di Tapsel itu sebenarnya tidak berkeadilan menurut saya. Karena lebih banyak buat internal daripada ke yang sifatnya membangun ke masyarakat," ucap Gus Irawan.

Baca Juga: Proyek Stadion Teladan, Rico Waas: Anggaran dari APBD Rampung 95 Persen

Dia juga menambahkan, dari APBD Tapsel yang mencapai Rp1,5 triliun, alokasi untuk pembangunan masyarakat hanya berkisar Rp122 miliar. Pembagian uang tersebut, kata Gus Irawan, sangatlah tidak adil. Belum lagi, dengan sejumlah potongan dari pemerintahan pusat.

Baca Juga: Kader Demokrat Arief Tampubolon Usulkan Rekanan APBD Wajib Pakai Rekening Bank Sumut

"APBD yang kemasyarakat itukan diukur dari belanja modal, belanja infrastruktur (alokasinya) hanya 122 miliar. Dipotong lagi oleh pusat dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp13,5 miliar, artinya sisanya hanya Rp8,5 miliar, kan tidak adil," ujarnya.

Oleh karena itu, dia berkeinginan untuk mengonsolidasikan masalah itu ke internal pemerintahannya terlebih dahulu. Katanya kultur korporasi akan tepat untuk masalah ketidakadilan alokasi APBD tersebut.

Dia meyakini itu adalah solusi, mengingat pengalamannya selama 23 tahun pernah menjadi profesional di perbankan.

"Kultur saya yang masih melekat adalah kultur korporasi, karena lebih lama saya di Bank daripada di politik," tuturnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)