Sembunyi di Hutan Usai Tusuk Warga Hingga Tewas, Pria di PALI Diringkus Polisi
Sembunyi di Hutan Usai Tusuk Warga Hingga Tewas, Pria di PALI Diringkus Polisi
Nusantaraterkini.co, PALI - Tim Opsnal Beruang Hitam Satreskrim Polres PALI bersama Unit Reskrim Polsek Penukal Utara menangkap seorang pemuda berinisial YLS (23) di kawasan hutan Desa Lubuk Tampui, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten PALI pada, Jumat (31/7/2026).
YLS ditangkap karena melakukan penusukan terhadap korban H (25) di bagian perut kiri, sehingga membuat korban kehilangan nyawanya. Tersangka diringkus keesokkan harinya, di tempat persembunyiannya pada, Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 10.45 WIB.
Dalam hal ini, Kapolres PALI AKBP Januar Kencana Setia Persada mengapresiasi kinerja cepat anggotanya di lapangan.
"Kami mengapresiasi kerja keras Tim Opsnal Beruang Hitam Satreskrim Polres PALI bersama personel Polsek Penukal Utara yang bergerak cepat sehingga pelaku berhasil diamankan kurang dari 24 jam setelah kejadian," ujar AKBP Januar Kencana Setia Persada dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (2/8/2026).
Diketahui, kejadian saat itu korban H bersama tiga rekannya tengah berkumpul di pinggir jalan depan Pasar Turunan Gajah, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara.
Ketika tersangka YLS melintas, rombongan korban sempat menyapanya dan menanyakan tujuan perjalanannya.
Situasi mendadak memanas saat salah seorang saksi memegang lengan kiri tersangka. Merasa panik, YLS mendadak mencabut sebilah pisau dari pinggang kirinya dan merujamkan senjata tajam tersebut ke perut kiri korban H.
Usai melakukan aksi penganiayaan tersebut, tersangka langsung kabur melarikan diri ke dalam kawasan hutan.
Menerima laporan dari Polsek Penukal Utara pada Jumat dini hari, Tim Opsnal Beruang Hitam Satreskrim Polres PALI langsung melakukan penyisiran di jalur pelarian pelaku.
Koordinasi cepat antarunit berhasil mengepung dan membekuk tersangka YLS di tengah kawasan hutan Desa Lubuk Tampui tanpa perlawanan, sebelum akhirnya digelandang ke Mapolres PALI.
Dalam pengungkapan ini, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa 1 bilah senjata tajam jenis pisau, pakaian milik tersangka, celana pendek milik tersangka, sepasang sandal milik tersangka.
“Penindakan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa keadilan kepada korban sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif di wilayah Kabupaten PALI,” tegasnya.
Atas perbuatannya, YLS dijerat dengan Pasal 466 ayat (3) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
SUMSELPerkuat Ekosistem Peternak Mikro, Bulog Sumsel Babel Salurkan 1.252 Ton Jagung SPHP
hendra·4 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALBareskrim Tetapkan Mantan Kabag Monitoring Jadi Tersangka Baru Kasus Penyadapan Ilegal
hendra·21 menit yang lalu -
NEWSAbdul Fickar Desak Dugaan Penyadapan Presiden Diusut Tuntas: Bongkar Aktor di Baliknya!
hendra·46 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKapolri Bentuk Tim Khusus Usut Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo, Kabareskrim Jadi Komandan
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDemi Judi Online, Karyawan Maskapai Penerbangan Diduga Nekat Gelapkan Uang Perusahaan Rp689 Juta
hendra·1 jam yang lalu -
NEWSDPD Perkuat Perjuangan Aspirasi Daerah melalui Legislasi, Pengawasan dan Dialog Publik
hendra·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPerkelahian Berujung Maut, Cemburu dan Alkohol Picu Penembakan Pratu Ferischal
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPratu Bintang Menangis di Persidangan, Baru Sadar Terdakwa Adalah Seniornya
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSKapolri Luncurkan I-GHAS 24/7, Perkuat Pengawasan Buronan Internasional di Perbatasan
hendra·3 jam yang lalu -
NEWS VIDEOHercules Rosario Sebut Penyadapan terhadap Presiden RI Masuk Tindakan Makar dan Pengkhianat Negara
3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan