Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sejak 7 Oktober, Tercatat 721 Serangan ke Layanan Kesehatan di Palestina

Editor:  Annisa
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan pihaknya mendokumentasikan sejak 7 Oktober, 721 serangan terhadap layanan kesehatan di wilayah pendudukan Palestina.

Ketika ditanya pada konferensi pers PBB, Tarik Jasarevic, juru bicara WHO, memaparkan di Jalur Gaza, sekitar 357 serangan dilakukan yang menewaskan 645 orang dan melukai 818 lainnya.

"Serangan tersebut telah mempengaruhi 98 fasilitas layanan kesehatan (termasuk 27 rumah sakit dari 36 rumah sakit) dan mempengaruhi 90 ambulans, termasuk 50 yang mengalami kerusakan," tambah Jasarevic seperti dilaporkan Anadolu Agency, Jumat, (9/2/2024).

Baca Juga : Kumpulkan Para Senior Diplomasi, Presiden Prabowo Diskusi Santai Bahas Geopolitik di Istana ​

Sementara, katanya, sebanyak 364 serangan di Tepi Barat telah nenumbangkan 10 korban jiwa dan 62 orang luka-luka.

"Serangan tersebut telah mempengaruhi 44 fasilitas kesehatan, termasuk 15 klinik keliling dan 249 ambulans," ujar Jasarevic.

Dia menyebutkan, selama penyerangan di Tepi Barat, terdapat 251 insiden yang melibatkan gangguan terhadap pemberian layanan kesehatan. 

Baca Juga : Misteri Board of Peace Dibongkar, GREAT Institute: Keputusan Prabowo di Davos Sudah Benar

Tercatat 190 insiden melibatkan penggunaan kekerasan, 60 insiden melibatkan penahanan, dan 67 insiden melibatkan penggeledahan ambulans.

Israel melancarkan serangan mematikan di Jalur Gaza menyusul serangan lintas batas oleh Hamas pada 7 Oktober 2023, menewaskan sedikitnya 27.947 warga Palestina dan melukai 67.459 lainnya, sementara hampir 1.200 warga Israel diyakini tewas dalam serangan Hamas.

Menurut PBB, serangan Israel telah menyebabkan 85% penduduk Gaza menjadi pengungsi di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan, sementara 60% infrastruktur di wilayah kantong tersebut telah rusak atau hancur.

Baca Juga : Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Pengamat: Indonesia Punya Posisi Strategis Jadi Penyambung Aspirasi Rakyat Palestina

Keputusan sementara yang dikeluarkan Mahkamah Internasional pada bulan lalu meminta Israel untuk menghentikan pelanggaran yang mereka lakukan, namun sebagian besar pengamat internasional mengatakan Israel mengabaikan keputusan tersebut.

(Ann/Nusantaraterkini.co)

Sumber: CNNIndonesia.com

Baca Juga : DPR Kecam Penonaktifan BPJS PBI: Negara Tak Boleh Biarkan Pasien Gagal Ginjal Mati karena Administrasi