Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.915, Pasar Menanti Data Inflasi Indonesia

Rupiah dibuka melemah ke Rp17.915 per dolar AS pada Kamis (1/10/2026). Investor mencermati data inflasi dan perdagangan Indonesia.

Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co,ย JAKARTA โ€” Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Kamis (1/10/2026). Pergerakan mata uang Garuda berlangsung di tengah perhatian investor terhadap rilis data inflasi dan perdagangan Indonesia.

Mengacu pada analisis Doo Financial Futures, rupiah dibuka di level Rp17.915 per dolar AS, melemah 21 poin atau sekitar 0,12% dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Tekanan terhadap rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang bergerak melemah terhadap dolar AS. Yen Jepang mencatat pelemahan sebesar 0,47%, disusul baht Thailand 0,27% dan won Korea Selatan 0,26%.

Dolar Taiwan juga turun 0,19%, dolar Singapura melemah 0,16%, peso Filipina turun 0,13%, sedangkan ringgit Malaysia terkoreksi 0,11%.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu menguat. Rupee India naik 0,16%, sementara yuan China menguat tipis 0,02%. Dolar Hong Kong tercatat bergerak stagnan terhadap dolar AS.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah pada perdagangan sebelumnya tidak terlepas dari intervensi Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing.

Menurut dia, BI memanfaatkan kondisi ketika indeks dolar AS mengalami koreksi dan harga minyak mentah dunia bergerak turun.

Namun, kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya menghilangkan tekanan terhadap rupiah. Lukman memperkirakan mata uang Garuda berpeluang kembali tertekan pada perdagangan Kamis.

"Rupiah diperkirakan berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang mendapati angin segar setelah revisi data Produk Domestik Bruto AS menunjukkan pertumbuhan lebih kuat dari perkiraan," kata Lukman, Kamis (1/10/2026).

Selain faktor eksternal, pelaku pasar juga mencermati perkembangan ekonomi domestik. Rilis data inflasi serta kinerja perdagangan Indonesia menjadi perhatian investor untuk melihat arah pergerakan rupiah selanjutnya.

Dengan berbagai sentimen tersebut, rupiah diperkirakan bergerak cukup fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini.

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah berada dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait