Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Rupiah Tertekan ke Rp17.763 per Dolar AS, Pasar Soroti Sinyal Hawkish The Fed

Rupiah melemah ke Rp17.763 per dolar AS setelah The Fed menaikkan suku bunga 25 bps. Pasar mencermati peluang kenaikan bunga lanjutan tahun ini.

Bagikan:
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
Seorang pekerja tengah memperlihatkan mata uang dolar dan rupiah. (Foto: istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Nilai tukar kembali berada di bawah tekanan pada awal perdagangan Kamis (17/9/2026). Sentimen negatif datang dari keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps).

Mengacu pada data analisis Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 0,38% atau 67 poin ke level Rp17.763 per AS.

Tekanan terhadap sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia terhadap AS. Ringgit Malaysia menjadi mata uang kawasan yang mengalami pelemahan terbesar, yakni 0,57%.

Selanjutnya, won Korea Selatan terkoreksi 0,53%, dolar Taiwan melemah 0,30%, baht Thailand turun 0,16%, peso Filipina terkikis 0,14%, sedangkan yuan China melemah tipis 0,04%.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih mampu mencatat penguatan. Yen Jepang naik 0,04% dan dolar Singapura menguat 0,01%. Sementara itu, rupee India dan dolar Hong Kong relatif tidak mengalami perubahan berarti.

Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut sepanjang perdagangan Kamis.

Menurutnya, sentimen utama berasal dari keputusan The Fed yang kembali menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps. Pernyataan bernada hawkish dari otoritas moneter AS turut memperkuat dolar AS dan meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.

"Lukman menilai sikap The Fed yang masih memberikan perhatian besar terhadap inflasi berpotensi menjaga penguatan dolar AS dalam jangka pendek."

The Fed menetapkan suku bunga federal funds pada kisaran 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut menjadi kenaikan suku bunga pertama sejak Juli 2023.

Selain kenaikan suku bunga, pasar juga mencermati proyeksi terbaru The Fed. Ringkasan Proyeksi Ekonomi menunjukkan median suku bunga federal funds diperkirakan berada di level 4,1% pada akhir 2026, yang membuka peluang adanya kenaikan suku bunga tambahan tahun ini.

Rupiah Diproyeksikan di Rp17.650-Rp17.800

Lukman memperkirakan rupiah pada perdagangan hari ini bergerak dalam rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Dari sisi domestik, tidak terdapat agenda rilis data ekonomi utama yang diperkirakan menjadi penggerak signifikan pasar valuta asing. Kondisi tersebut membuat perhatian pelaku pasar lebih banyak tertuju pada perkembangan kebijakan moneter AS.

Keputusan The Fed juga dapat memberikan tekanan terhadap kebijakan Bank Indonesia. Pasar akan mencermati langkah BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mempertimbangkan arah suku bunga domestik di tengah perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait