Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kritik Rocky Gerung: Jokowi Dinilai Paling Buruk Jaga Demokrasi, SBY Dinilai Terbaik

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rocky Gerung. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Pengamat politik Rocky Gerung kembali melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan para presiden Indonesia, mulai dari era Orde Baru hingga pemerintahan Joko Widodo.

Menurut Rocky, setiap presiden memang meninggalkan jejak positif, tetapi tidak lepas dari catatan kritis. Ia menegaskan dirinya tidak pernah memberikan dukungan penuh kepada presiden mana pun, termasuk Soeharto.

Rocky mengaku pernah ikut turun ke jalan menentang rezim Orde Baru karena melihat banyak kelemahan dalam kepemimpinan Soeharto. Hal serupa juga ia sampaikan untuk B.J. Habibie. Meski menilai Habibie visioner dalam mengembangkan teknologi, Rocky menilai kebijakan industri strategis saat ekonomi tengah terpuruk kala itu tidak rasional.

Baca Juga : Rocky Gerung dan Menteri Koperasi Pantik Pentingnya Gerakan Buruh dan Gerakan Koperasi

“Gagasannya bagus, tetapi tidak sesuai dengan situasi,” ujarnya dikutip Kamis (25/9/2025).

Tentang Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Rocky mengaku sempat mendukung karena faktor kedekatan pribadi. Namun, ia menilai Gus Dur kehilangan daya tawar politik di parlemen hingga sempat menerbitkan Perpu untuk membubarkan DPR. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi warisan Gus Dur dalam hal toleransi dan kemajemukan.

Rocky menyebut Soeharto meninggalkan warisan infrastruktur, sementara Habibie mewariskan ide besar tentang teknologi. Ia menilai pemikiran Habibie baru benar-benar terasa relevan belakangan ini. Sementara itu, Megawati Soekarnoputri menurutnya tidak bisa dipisahkan dari bayang-bayang Soekarno dan Soekarnoisme.

Baca Juga : Rocky Gerung Sebut Bobby Nasution Bakal Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mengenai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Rocky menilai era pemerintahannya memberi ruang kebebasan politik yang luas. “Di masa SBY, tidak ada orang dipenjara hanya karena perbedaan pandangan politik,” katanya.

Namun, ketika berbicara tentang Joko Widodo, Rocky menyebut sulit menemukan warisan yang bisa dikenang. Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak bisa dianggap warisan permanen karena sewaktu-waktu bisa diganti atau dibongkar.

Rocky menilai Jokowi gagal dalam aspek ekonomi maupun politik, serta meninggalkan catatan paling buruk dalam hal demokrasi. “Publik akan mengenang Jokowi sebagai presiden yang gagal menjaga sistem demokrasi. Ia bahkan layak disebut sebagai ‘Pinokio’ dalam pemerintahan,” tegasnya.

Baca Juga : FIFA Dihujani Kritik Keras Usai Beri Piagam Perdamaian Perdana kepada Donald Trump

(Dra/nusantaraterkini.co).