Remaja Tewas Tertembak di Belawan, KontraS Sumut: Berpotensi jadi Preseden Bahaya dalam Penegakan Hukum
Pengusutan kasus juga harus dibarengi dengan standar dan ukuran penggunaan kekuatan yang bisa diakses serta dibuktikan kepada publik
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kasus kematian MS (15) yang tertembak saat tawuran di Belawan menuai kecaman keras dari Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Sumatera Utara (Sumut).
Sebab KontraS menilai, tindakan tersebut bakal berpotensi menjadi preseden berbahaya dalam praktik penegakan hukum di Indonesia.
Untuk itu KontraS Sumut menegaskan dalam pengusutannya harus dilaksanakan dengan transparan dan profesional. Pengungkapannya juga harus memperhatikan atau melindungi harkat, martabat serta rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
Baca Juga: Tindak Tegas Gangguan Kamtibmas, Aktivis 98: Harusnya Kapolres Belawan dapat Promosi
Selain itu pengusutan kasus juga harus dibarengi dengan standar dan ukuran penggunaan kekuatan yang bisa diakses serta dibuktikan kepada publik.
Koordinator Operasional KontraS Sumut, Adinda Zahra menyampaikan, standar dan ukuran tersebut bisa mengacu pada beberapa aturan konkret seperti Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkp) 1/2009 Tentang Penggunaan Kekuatan, Perkap 8/2009 Tentang Implementasi Prinsip dan Standar Hak Asasi Manusia Dalam Penyelenggaraan Tugas Kepolisian, maupun PERPOL 1/2022 Tentang Perizinan, Pengawasan dan Pengendalian Senjata Api.
"Jangan sampai korban dibunuh dua kali, satu kali dibunuh nyawanya oleh peluru polisi, kedua kali dibunuh karakternya melalui stigma yang dilekatkan, bahwa korban adalah pelaku tawuran yang pantas mendapatkan tindakan tegas dan terukur atau ditembak," tegasnya kepada Nusantaraterkini.co, Selasa (6/4/2025).
Hal tersebut, lanjut Adinda, perlu ditegaskan sebab masyarakat harus berkaca pada banyak fenomena serupa yang kerap dialami oleh para korban penembakan personel kepolisian.
KontraS Sumut juga menyinggung, terkait dukungan publik terhadap personel yang menggunakan kekerasan dalam penegakan hukum ini hanya akan berkontribusi melahirkan aparat kepolisian yang dikemudian hari semakin ‘ringan tangan’ menggunakan senjata api.
Baca Juga: Kompolnas Investigasi Kasus Remaja Tewas Tertembak di Belawan
"Dalam banyak kasus, cukup dengan pernyataan tindakan tegas dan terukur atau pelaku melawan saat ditangkap, asas-asas legalitas, proporsionalitas dan nesesitas yang harusnya jadi fondasi utama penggunaan kekuatan sering kali luput dari perhatian kita," jelasnya.
"Publik di Sumut harapannya untuk sama-sama mengawal proses pengusutan kasus ini," sambungnya.
Lebih lanjut, Adinda menyampaikan sikap KontraS Sumut bahwa mereka menolak penggunaan senjata api dalam pengendalian massa tawuran, bukan berarti KontraS Sumut mendukung kejahatan.
"Penggunaan kekerasan sama sekali tidak mengurai akar persoalan utama tawuran yang saat ini didominasi oleh mereka yang masih masuk dalam kategori usia anak," ujarnya.
Atas banyaknya letusan senjata api kepolisian yang menyebabkan hilangnya nyawa, sudah sepatutnya penggunaan senjata api oleh personel kepolisian dievaluasi secara total.
Pimpinan Polri, lanjut Adinda, wajib mengetatkan pengawasan, memastikan aspek legalitas dan prosedur penggunaan senjata api berjalan sebagaimana mestinya.
"Tindakan tegas dan terukur dilakukan untuk menghentikan aksi terduga pelaku kejahatan atau tersangka dengan cara melumpuhkan bukan justru merenggut nyawa," pungkasnya.
(Cw7/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·1 menit yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·17 menit yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·46 menit yang lalu -
KRIMINALSidang Kredit Macet BRI Titi Papan, Hakim Pertanyakan Validitas Usaha Para Nasabah
hendra·54 menit yang lalu -
KRIMINALTarget Operasi Sikat I Musi 2026, Polsek Rambang Bekuk Pembobol Rumah di Muara Enim
Rozie Winata·58 menit yang lalu -
NEWSDirjenpas Buka-bukaan soal Foto Jimmy Masrin dan Bangunan Mirip Kontainer di Lapas Cibinong
hendra·1 jam yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·1 jam yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Sikat 485 Tersangka Curat dan Curas dalam Dua Pekan
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
POLITIKKelakar Bobby Nasution ke Maba di UMSU: Banyak-banyak Foto Pas Kuliah, Biar Ada Bukti Ijazah
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan