Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Proyek Infrastruktur Vital: Pipa Gas Riau–Sumut Ditargetkan Rampung 2027, Jamin Ketahanan Energi Regional

Editor:  Herman Saleh Harahap
Reporter: Sofyan Akbar
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, menyampaikan sambutan positif tersebut saat menerima delegasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM RI, di Medan pada Kamis (11/12/2025).(foto:Diskominfo Sumut)

Nusantaraterkini.co,MEDAN-Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menunjukkan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan jaringan pipa gas yang menghubungkan Riau dan Sumut. Proyek yang diklasifikasikan sebagai strategis nasional ini dipandang sebagai katalis penting untuk memecahkan masalah defisit energi dan secara substansial mendorong penguatan infrastruktur serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut, Sulaiman Harahap, menyampaikan sambutan positif tersebut saat menerima delegasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM RI, di Medan pada Kamis (11/12/2025). Sulaiman menekankan bahwa inisiatif jalur pipa ini hadir sebagai solusi yang sangat dibutuhkan, terutama pasca-gangguan pasokan energi yang dipicu oleh bencana alam baru-baru ini.

Baca Juga : Pemulihan Energi di Tapteng: Antrean BBM Berkurang Drastis, Gas Rumah Tangga Tersedia

“Kami menyambut baik rencana ini. Proyek ini merupakan peningkatan infrastruktur dan juga peningkatan ekonomi masyarakat. Pembangunan jalur pipa gas ini memang sudah harus dilaksanakan di Sumut, pastinya akan membangkitkan ekonomi Sumut, karena kebutuhan energi akan terpenuhi,” ucap Sulaiman, menyoroti dampak positifnya terhadap industrialisasi dan manufaktur.

Dari pihak Kementerian ESDM, Inspektur Ditjen Migas Gobmar Baringbing menjelaskan bahwa proyek ini didanai oleh APBN dan dirancang untuk dipercepat guna menjamin stabilitas energi regional. Jalur pipa sepanjang 33 titik di Sumut akan tersambung langsung ke Provinsi Riau.

“Ini merupakan proyek strategis nasional. Karena ini memerlukan kecepatan agar ekonomi tumbuh mengenai gas, tentunya manufaktur juga akan tumbuh,” jelas Gobmar. 

Ia menambahkan bahwa proyek yang sudah mulai dirancang sejak 2023 ini kini hanya menunggu proses lelang. Pengembangan ekonomi melalui suplai gas yang memadai ini ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2027–2028.

Aspek teknis proyek ini juga mencakup konektivitas yang lebih luas. Jaringan pipa Riau–Sumut nantinya akan menjadi bagian dari koneksi vital yang menghubungkan gas di Sumatera bagian utara hingga Jawa bagian timur. Targetnya, pada tahun 2027 jaringan Sumatera–Jawa sudah terhubung, dan pada 2028 produksi gas dari Blok Andaman juga akan diintegrasikan ke dalam jaringan tersebut.

Untuk menjaga efisiensi pembangunan dan meminimalkan biaya, Ditjen Migas berencana memanfaatkan ruas jalan tol dan jalan nasional melalui mekanisme sewa lahan, sehingga dapat memangkas waktu pembebasan lahan baru. Proyek yang melintasi 11 kabupaten/kota ini memerlukan dukungan koordinasi yang kuat dari Pemprov Sumut.

Baca Juga : Pertamina Jamin Stok BBM dan LPG Sumut Aman, Masyarakat Diminta Beli BBM Secukupnya

Gobmar menegaskan urgensi tersebut. “Intinya kami meminta dukungan dari pemerintah daerah untuk merekomendasikan dukungan pada pembangunan ini nantinya. Ini juga merupakan program Presiden dalam ketahanan energi,” tegasnya.

Saat ini, Ditjen Migas telah menyelesaikan Focus Group Discussion (FGD) di Riau dan Medan, serta menunjuk Sucofindo sebagai pengawas proyek. Mereka berharap Pemprov Sumut segera mengeluarkan persetujuan resmi agar bupati, wali kota, dan seluruh pemangku kepentingan di lapangan dapat mempercepat proses pelaksanaan.

(Akb/Nusantaraterkini.co)