Program Pemagaran Mandek, Sekda dan Camat Percutseituan Buang Badan
Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang dan Camat Percutseituan dinilai tak bisa kerja.
Nusantaraterkini.co, DELISERDANG - Sekretaris Daerah Kabupaten Deliserdang dan Camat Percutseituan dinilai tak bisa kerja.
Lantaran program pemagaran Pasar Gambir hingga kini tak kunjung terealisasi.
Camat Percutseituan sebelumnya mengumbar bahwa dirinya dan pihak terkait telah melakukan koordinasi hingga melakukan musyawarah yang mana akan dilakukannya pemagaran.
Namun realisasinya tak kunjung terwujud, maka warga Pasar Gambir menilai camat beserta pemerintah Kabupaten Deliserdang, seperti Sekda dan Plt Bupati dianggap tak bisa bekerja.
Di mana harusnya program pemerintah yang telah disepakati dari hasil musyawarah dapat diwujudkan.
"Harusnya pemerintah baik Kabupaten hingga kecamatan Percutseituan bisa mewujudkan asal mau bekerja. Kalau dilihat dari kondisi di lapangan yang mana hanya penertiban yang berujung ricuh terkesan memang sengaja dilakukan. Perlu dicurigai apa ada udang dibalik batu," tegas KP, warga Pasar Gambir.
Kemacetan di jam-jam sibuk masih terus dirasakan warga hingga penggunaan jalan.
Pedagang kaki lima terus menjamur hingga berjualan di jalanan utama.
Kondisi tersebut tak mampu diatasi Camat Percutseituan yang mana sebelumnya ia berkomitmen rela dicopot jika tak dapat menyelesaikan problematika masyarakat khususnya pasar Gambir.
"Waktu didemo warga di kantor Camat, ia sendiri berkomitmen akan mengatasi permasalah ini hingga rela dirinya dicopot dari jabatannya. Lantas hari ini komitmen tersebut hanya sekedar cakap-cakap belaka," bebernya.
KP berharap, apa yang telah dimusyawarahkan sebelumnya segera terealisasi.
Sehingga masyarakat tak lagi merasakan kemacetan dan kesemrawutan Pasar Gambir.
"Pemerintah tidak boleh kalah dengan PKL yang mana harusnya trantib yang dapat mengkondisikan ini. PKL ini sudah mengganggu. Harusnya ditata, pasar Gambir ini kan luas. Di dalam pasar banyak kios yang masih kosong, itu lah harusnya dimanfaatkan jadi lebih tertata. Jangan seperti ini, asal-asal saja berjualan yang tidak pada tempatnya. Apakah ada pungli di sini?. Pemerintah harus jeli menanggapi masalah ini, disinyalir ada diduga oknum-oknum tertentu yang mengutip uang dari PKL," pungkasnya.
(*)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALTergugat Ungkap Kejanggalam Gugatan Waris, Cucu Mengaku Anak
Herman Saleh Harahap·8 menit yang lalu -
-
NEWS VIDEOHabiburokhman: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Reformasi Hukum Ditandai Pengesahan KUHP dan KUHAP Baru
Fadli Tara·52 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALKasus Penembakan Wadan Koti Deliserdang: 5 dari 6 Tersangka Positif Sabu, Eksekutor Malah Bersih
hendra·58 menit yang lalu -
NEWSPerbaikan Jalan Provinsi Sibuluan -Aek Korsik Tapteng Berjalan Lamban, Pelaksana Ungkap Sejumlah Kendala
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Gelar Green Policing, Tanam Pohon Hingga Bersihkan Saluran Air
hendra·1 jam yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALDiduga Lakukan Kekerasan Seksual Saat Berstatus Patsus, Oknum Polisi Polres Tapteng Disorot
hendra·2 jam yang lalu -
SUMSELGubernur Sumsel Serahkan Kendaraan Operasional Penanganan Karhutla ke Pemko Palembang
hendra·2 jam yang lalu -
NEWSPakar Hukum dan DPR Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Tipikor
hendra·3 jam yang lalu -
NEWSPanglima TNI Naikkan Pangkat 136 Prajurit di Papua, Ini Pesan Tegas Agus Subiyanto
hendra·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan