Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Polisi Diduga Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kontras Sumut Paparkan Hasil Investigasi

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Polisi Diduga Aniaya Pelajar hingga Tewas, Kontras Sumut Paparkan Hasil Investigasi

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Sumatera Utara (Kontras Sumut), memaparkan hasil investigasi terkait kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan pelajar di Kabupaten Asahan, bernama Pandu Brata Siregar (18).

Berdasarkan hasil investigasi, Staff Advokasi Kontras Sumut, Ady Yoga Kemit, menemukan indikasi kekerasan yang dilakukan oleh oknum Polres Asahan. 

BACA JUGA: Makanan Khas Korea, Steamboat dan Tanghulu Ramaikan Ramadan Fair XIX Kota Medan

Sebanyak 3 kali oknum polisi, disebut menendang perut Pandu.

"Warga sekitar juga mendengar teriakan Pandu meminta ampun dan meminta tolong (saat dianiaya)," ujar Ady kepada wartawan di Kantor Kontras Sumut, pada Senin (17/3/2025).

Kemudian, mereka juga memperlihatkan bukti foto yang mengindikasikan jika tewasnya Pandu diakibatkan oleh kekerasan polisi. 

Di antaranya, hasil rontgen lambung Pandu yang bocor.

Bukan hanya itu, Kontras Sumut juga menerima beberapa kesaksian tambahan yang memperkuat dugaan keterlibatan aparat kepolisian dalam kematian Pandu.

BACA JUGA: Kerak Telor Jajanan Khas Betawi Ramaikan Kuliner Ramadan Fair XIX Kota Medan

"Sejumlah warga menyebut bahwa terdengar bunyi tembakan sebelum kejadian," lanjut Ady.

Kontras Sumut juga menyebutkan, jika dugaan penganiayaan oleh polisi ini, menjadikan Peraturan Kapolri No. 8 Tahun 2009 tentang Implementasi Prinisi dan Standart Hak Asasi Manusia dalam tugas kepolisian tidak berjalan maksimal.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)