Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Petakan Wilayah Terisolasi, BPBD Sumsel Maksimalkan Armada Udara BNPB dan Satgas Daerah

BPBD Sumsel petakan wilayah terisolasi dan siagakan sembilan armada udara untuk mempercepat penanganan karhutla jelang puncak musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (7/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, Iqbal Alisyahbana saat diwawancarai langsung di Kantor Gubernur Sumsel, Jumat (7/8/2026). (foto: tia/nusantaraterkini.co)
A A

Nusantaraterkini.coPALEMBANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memetakan wilayah-wilayah terisolasi yang sulit dijangkau jalur darat, guna memaksimalkan operasi armada udara dukungan dan Satgas daerah.

Langkah ini diambil sebagai strategi utama percepatan penanganan dan lahan () menjelang puncak .

"Termasuk juga kemarin kita sudah berkirim surat ke BNPB untuk penambahan heli. Sekali dengan adanya tambahan diharapkan nanti bisa mempercepat penanganan kebakaran, terutama untuk daerah-daerah yang aksesnya jauh," ujar Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Selatan, , Senin (10/8/2026).

Pemetaan lokasi rawan terisolasi ini bertepatan dengan ditemukannya 66 titik panas () yang tersebar di kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.

Memenuhi permohonan Pemprov , Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetujui penambahan dua unit waterbombing.

“Untuk total armada udara yang disiagakan, kini mencapai sembilan unit terdiri dari tujuh waterbombing dan dua helikopter patroli,” ungkapnya.

Guna memastikan sinergi antara pemadaman udara dan darat berjalan optimal, dijadwalkan menggelar rapat evaluasi gabungan lintas Satgas pada Selasa besok.

Evaluasi tersebut akan memperketat koordinasi antara Satgas Udara, Satgas Darat, Satgas Sosialisasi, hingga Satgas Penegakan Hukum.

"Rencananya hari Selasa besok, kita akan rapat gabungan dengan seluruh Satgas yang dikoordinasi sama Satgas Operasi. Di sana nanti kita mengevaluasi dan menerima laporan langkah-langkah apa saja yang sudah dilakukan," imbuhnya.

Di samping penanganan udara, BPBD Sumsel tetap memaksimalkan kekuatan Satgas Darat di tingkat kabupaten/kota serta bantuan Operasi Modifikasi Cuaca () dari BNPB, kendati pertumbuhan awan hujan dua hari terakhir masih relatif tipis.

Berdasarkan data BMKG dan pantauan lapangan, fenomena kategori kuat diproyeksikan bertahan hingga Oktober.

Mengingat mayoritas kejahatan dipicu oleh ulah manusia, pemerintah daerah mempertegas imbauan agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.

"Dari pantauan satelit dan patroli udara, memang kebakaran ini sebagian besar diakibatkan oleh ulah manusia. Berdasarkan data BMKG, bulan Agustus sampai Oktober ini puncak dan sudah termasuk level kuat, jadi kami minta kepada masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tandasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait