NUSANTARATERKINI.CO - Pernikahan yang harusnya berjalan lancar dan bahagia harus gagal karena tingkah laku keluarga mempelai wanita.
Keluarga mempelai wanita seakan-akan ingin memeras mempelai pria hingga membuat acara pernikahan hancur.
Baca Juga : Petaka Pesta Pernikahan Wabup Garut, 3 Orang Meninggal: Polisi Periksa 11 Saksi
Bahkan mempelai wanita dan pria gagal menikah karena keluarga mereka sempat bersitegang di hari H Pernikahan akan dilangsungkan.
Baca Juga : 38 Vendor Meriahkan Wedding Expo Resonate di Taipan Restoran
Dilansir dari Sanook, media sosial Tiongkok tengah ramai membahas foto pengantin yang gagal menikah.
Hal itu terjadi karena adanya keributan diantara dua keluarga.
Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan
Keluarga mempelai pria tak senang dengan perilaku keluarga mempelai wanita.
Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang
Mulanya kedua mempelai saling jatuh cinta sejak 4 tahun silam, akhirnya kini mereka memutuskan untuk menikah.
Dengan persetujuan kedua belah pihak, mereka pun mulai mempersiapkan pernikahan.
Saat hari bahagia itu tiba, keluarga mempelai pria sudah siap untuk meminang mempelai wanita.
Namun setibanya disana, mempelai pria diminta masuk ke rumah seorang diri sedangkan keluarga dan rombongannya dipaksa menunggu.
Hal itu jelas membuat rombongan mempelai pria kesal.
Ternyata di dalam rumah, keluarga mempelai wanita meminta uang tambahan sebesar Rp1,119,493,587.76
Jika tidak mereka tidak akan mengizinkan pernikahan itu terjadi.
Sang mempelai pria awalnya menganggap hal itu hanya lelucon, karena semua biaya sudah disepakati jauh hari.
Namun ibu mempelai wanita bersikeras bahwa dia membutuhkan uang tersebut untuk melunasi hutang putranya yang lain.
Mengetahui bahwa masalah ini serius pengantin pria dengan jujur mengatakan bahwa dia tidak punya banyak uang.
Dia berbalik dan bertanya kepada pengantin wanita dengan mata sedih.
“Jika aku tidak memberimu uang hari ini, Kamu tidak akan ikut denganku, kan?” Kekasihnya hanya menjawab, "Saya tidak punya pilihan lain."
Karena kejadian itu, kedua keluarga mulai bertengkar hebat.
Ibu dari mempelai pria akhirnya angkat suara dan memarahi calon besannya.
“Keluarga ini sangat baik. Anakmu terlilit hutang. Mengapa Anda malah memaksa menantu laki-laki Anda yang membayar? “
“Jika di kemudian hari ada yang menginginkan anakmu mati Apakah anda akan memaksa menantu laki-laki Anda untuk menjadi korban menggantikan dia? Betapa beruntungnya pernikahan resminya belum terjadi?”
Tak mau masalah semakin panjang, akhirnya keluarga mempelai pria sepakat pulang dan membatalkan pernikahan itu.
Mereka terpaksa karena uang tambahan yang diminta keluarga mempelai wanita tak logis dan nominalnya sangat besar.
(*/Nusantaraterkini.co)
