Nusantaraterkini.co, MEDAN - Perayaan Natal di Medan tahun ini diwarnai kenaikan tajam harga buah-buahan, terutama pisang dan nanas. Pisang yang biasanya dijual Rp10.000 hingga Rp15.000 per sisir kini melonjak menjadi Rp25.000 hingga Rp35.000.
Sementara itu, harga nanas yang semula Rp5.000 hingga Rp15.000 per kilogram kini menembus Rp15.000 hingga Rp25.000.
Marbun, seorang pedagang pisang di Pasar MMTC, menyebut tingginya permintaan jelang Natal sebagai penyebab utama kenaikan harga ini.
Baca Juga : AS Hapus Tarif Resiprokal: Kopi, Teh, dan Buah Tropis Bebas Bea
“Pisang itu wajib ada di meja makan saat Natal, apalagi untuk pencuci mulut setelah makan besar. Sekarang, orang beli sampai dua atau tiga sisir sekaligus, makanya harga naik. Stok cepat habis, saya sampai kewalahan,” ujar Marbun pada Kamis (26/12/2024).
Boru Situmorang, pedagang nanas di pasar yang sama, menambahkan bahwa lonjakan harga nanas disebabkan oleh kebutuhan besar masyarakat untuk membuat selai nanas, bahan utama kue nastar yang identik dengan Natal.
“Nanas sekarang paling laku. Biasanya cuma Rp5.000-an per kilogram, sekarang sudah Rp25.000. Orang borong untuk bikin nastar. Kalau nggak ada nanas, rasanya Natal nggak lengkap,” katanya.
Baca Juga : Jadi Buah Favorit, Waspadai 7 Efek Samping Makan Pisang
Meski harga melambung, pembeli tetap antusias. Sihombing, salah satu pembeli, mengaku rela merogoh kocek lebih dalam demi memenuhi kebutuhan tradisi kuliner Natal di keluarganya.
“Pisang dan nastar itu sudah tradisi kami. Harga mahal ya tetap beli, mungkin sedikit dikurangi jumlahnya. Kalau Natal tanpa ini, rasanya ada yang hilang,” ungkapnya.
Para pedagang berharap harga bisa kembali normal setelah pasokan baru dari petani masuk. Namun, mereka memprediksi lonjakan harga akan bertahan hingga Tahun Baru karena permintaan masih sangat tinggi.
Baca Juga : Jangan Kebanyakan! Ini 6 Efek Samping Makan Nanas Berlebihan, Nomor 4 Harus Diwaspadai
(cw9/nusantaraterkini.co)
