AS Hapus Tarif Resiprokal: Kopi, Teh, dan Buah Tropis Bebas Bea
Bea yang telah dipungut sebelumnya akan dikembalikan
Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Pemerintah Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghapus tarif resiprokal terhadap sejumlah produk pertanian guna meredakan kenaikan harga, pada Jumat (14/11/2025).
Kopi dan teh; buah-buahan tropis dan jus buah; kakao dan rempah-rempah; pisang, jeruk, dan tomat; daging sapi; serta beberapa jenis pupuk telah dibebaskan dari tarif resiprokal, menurut lembar fakta yang dirilis oleh Gedung Putih.
Perintah tersebut mulai berlaku efektif pada Kamis (13/11/2025). Bea yang telah dipungut sebelumnya akan dikembalikan.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kini memutuskan bahwa perlu dan tepat untuk lebih lanjut mengubah cakupan tarif resiprokal, mengingat kemajuan yang signifikan dalam negosiasi perdagangan resiprokal, permintaan domestik saat ini untuk produk-produk tertentu, serta kapasitas domestik saat ini untuk memproduksi produk-produk tertentu, menurut Gedung Putih.
Baca Juga : Legislator: Tarif Trump 32% Buat Petambak dan Nelayan Bisa Bangkrut Total
Pengecualian tarif tersebut diharapkan menurunkan harga, dan langkah ini sebagian besar berlaku untuk makanan yang "tidak kompetitif di negara ini", seperti pisang, ujar Trump kepada awak media pada Jumat itu.
Indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) AS mengalami pertumbuhan secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 3 persen pada September 2025, naik tipis dari 2,9 persen pada Agustus 2025. Secara khusus, harga daging sapi dan daging sapi muda pada September meningkat 14,7 persen (yoy), sementara harga kopi naik 18,9 persen.
Baca Juga : Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Bakal Melemah di Tengah Investor yang Berhati-hati oleh Manuver Tarif Trump
"Presiden Trump akhirnya mengakui apa yang selama ini kami ketahui: tarif yang diberlakukannya menaikkan harga bagi rakyat Amerika," ungkap Anggota Kongres AS Don Beyer dalam sebuah pernyataan.
"Setelah kekalahan telak dalam pemilu terbaru akibat kemarahan para pendukung karena Trump telah melanggar janji-janjinya untuk mengatasi inflasi, Gedung Putih sedang berusaha menampilkan langkah penarikan tarif ini sebagai 'pergeseran menuju keterjangkauan'," kata Beyer, yang sedang mendorong legislasi untuk membatasi wewenang presiden AS dalam menetapkan tarif.
Sumber: Xinhua
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
POLITIKKunker ke Papua, Yorrys Dorong Percepatan RUU Pelindungan Masyarakat Adat
Rozie Winata·32 menit yang lalu -
POLITIKHendri Satrio Sentil Gibran: Perjalanan Politik Anda Berbeda dengan Jokowi!
Rozie Winata·44 menit yang lalu -
EKONOMIAturan Saham Rp1 Berlaku, IHSG Melemah 1,51%, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini
hendra·1 jam yang lalu -
INTERNASIONALAleksandar Vucic Mundur dari Presiden Serbia, Siap Maju Jadi PM
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
PENDIDIKANKapolri: Ruang Digital Butuh Pemuda yang Bijak dan Produktif
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHari Raya Yahudi Diwarnai Serbuan ke Al-Aqsa, Palestina Serukan Tindakan Internasional
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
SEPAKBOLAKlasemen Piala ASEAN FIFA: Indonesia Tempati Posisi Kedua
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
NEWSDirjen PAS Ungkap 13 Rumah Dinas di Lapas Cibinong Tak Tercatat sebagai Aset Negara
hendra·10 jam yang lalu -
KESEHATANRico Waas: Dukungan Suami Kunci Lahirkan Generasi Unggul
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu -
SEPAKBOLAIndonesia Imbang Lawan Malaysia, Kartu Merah Haye Jadi Sorotan
Herman Saleh Harahap·10 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan