Nusantaraterkini.co, ACEH - Pengusaha hotel di Provinsi Aceh tepatnya di Kota Banda Aceh juga terdampak bencana alam yang terjadi pada Senin (24/11/2025) lalu. Kenapa tidak, para pengusaha hotel yang menjual jasa pelayanan sangat terdampak akibat bencana alam yang melanda Provinsi Aceh.
“Sudah kurang lebih seminggu, Aceh mengalami bencana alam banjir. Namun, penanganan dari pemerintah belum update sampai sejauh mana. dalam hal penanganan dan dampak dari bencana alam ini,” kata Pengusaha Hotel yang ada di Kota Banda Aceh, Iwan Wahyudi, Senin (1/12/2025).
Mengenai bagaimana kondisi Banda Aceh saat ini pascabencana alam yang melanda mulai dari seminggu lalu, pria yang akrab disapa Iwan ini pun menyatakan masyarakat di sini panic buying yang mengakibatkan setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh jadi mengantre.
Baca Juga : Bantuan 50 Ton Beras dan Logistik Dikirim via Laut ke Daerah Terisolir di Aceh
“Semua mau beli minyak di SPBU. Alhasil kemacetan di setiap SPBU tidak terhindari,” ujarnya dari seberang selulernya kepada nusantaraterkini.co, Senin (1/12/2025) sore.
Selain itu, katanya gas juga mengalami kelangkaan di sini. Faktor utama, akunya, karena akses jalan menuju Kota Banda Aceh tertutup total dikarenakan banjir. Hal itu, akunya, mengakibatkan para beberapa pengusaha hotel jadi tidak menjual breakfast di hotel mereka. “Jadi kami hanya menjual kamar saja sejak seminggu terakhir tepatnya sejak bencana alam terjadi,” katanya.
Listrik Seminggu Padam di Banda Aceh
Iwan Wahyudi juga menjabarkan bahwa pascabencana alam, listrik di Kota Banda Aceh padam total, bahkan sampai saat ini. Jadi, masih dikatakan Iwan, tidak sedikit masyarakat Aceh khususnya Banda Aceh yang menggunakan genset sebagai sarana untuk menghidupkan listrik di rumah mereka.
Maka dari itu, Iwan Wahyudi mewakili kawan-kawan IHGMA dan pengusaha hotel yang ada di Kota Banda Aceh berharap kepada pemerintah agar segera membuka akses jalan yang terisolasi karena bencana alam banjir ini.
Baca Juga : Update Bencana Sumatera: Korban Meninggal Tembus 442 Jiwa, 402 Orang Masih Hilang
“Sepanjang jalan menuju Kota Banda Aceh dari perbatasan Sumut-Aceh lumpuh total. Kami berharap, akses jalan cepat dibenahi sama pemerintah,” harapnya.
Listrik Padam, Pengusaha Hotel Habiskan 150 Liter Dexlite Sehari
Bagi pengusaha hotel seperti Iwan Wahyudi ini mengaku, pihaknya harus menggunakan genset agar hotel mereka tetap menyala listriknya. Meski berat, tapi itu harus dilaksanakan. “Yang kami takutkan, genset tersebut panas dan bisa meledak kalau hidup seharian penuh,” katanya.
Baca Juga : Update Bencana Aceh, 106 Korban Pascabanjir Melanda 19 Kecamatan, Aceh Utara Paling Banyak
Mengenai berapa liter yang harus dikeluarkan untuk menghidupi genset dalam sehari, Iwan Wahyudi mengaku hampir rata-rata pengusaha hotel di sini menghabiskan 150 liter Dexlite. “Dan itu sudah berjalan seminggu,” akunya.
Untuk mengantisipasi agar genset tidak panas dan meledak, kata Iwan Wahyudi pihaknya membuat sistem bergantian. Misalnya di siang hari, genset mati dan hidupnya saat malam hari. “Itulah cara kami untuk mengantisipasi agar genset tidak meledak,” pungkasnya.
(Akb/nusantaraterkini.co)
