Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Update Bencana Aceh, 106 Korban Pascabanjir Melanda 19 Kecamatan, Aceh Utara Paling Banyak

Kabupaten Aceh Utara menjadi wilayah dengan dampak pengungsian terbesar, di mana banjir yang melanda 19 Kecamatan memaksa lebih dari 44.350 jiwa

Bagikan:
Penampakan pantauan udara kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (29/11/2025) siang. (Foto : istimewa)
Penampakan pantauan udara kondisi banjir yang terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (29/11/2025) siang. (Foto : istimewa)
A A

Nusantaraterkini.co, ACEH - yang terjadi di Provinsi Aceh membuat 106 orang menjadi korban. Menurut informasi yang diterima dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana () tercatat 106 orang yang menjadi korban dengan rincian 47 orang dinyatakan meninggal dunia, 51 orang dinyatakan hilang, dan 8 orang mengalami luka-luka.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB mengatakan wilayah yang tercatat jumlah korban terbanyak meliputi daerah Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah dengan sebaran korban meninggal dunia juga ditemukan di daerah Pidie Jaya, Bireuen, Gayo Lues, Subulussalam, sampai ke Lhokseumawe.

Baca Juga : Bantuan Logistik BNPB ke Lokasi Terdampak Banjir di Aceh Gunakan Jalur Udara dan Laut

Baca Juga : Ada 503 Titik Bencana Alam Terjadi di Sumut, Kabupaten Taput Paling Banyak

“Dampak kerusakan infrastruktur dan gelombang pengungsian yang masif terjadi di berbagai titik vital,” kata Abdul Muhari melalui rilis yang diterima nusantaraterkini.co pada Minggu (30/11/2025).

Ia mengaku Kabupaten menjadi wilayah dengan dampak pengungsian terbesar, di mana banjir yang melanda 19 Kecamatan memaksa lebih dari 44.350 jiwa terpaksa mengungsi. “Ada 11 ribu unit rumah terendam di Aceh Utara,” akunya.

Sementara itu, masih dikatakan , Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menghadapi situasi kritis akibat kombinasi dan longsor yang masing-masing merenggut 16 nyawa.

“Di sisi lain, Kabupaten Aceh Tenggara mencatat angka orang hilang yang cukup tinggi, yakni sebanyak 25 orang yang masih dalam proses pencarian,” katanya.

Merespons situasi darurat ini, pemerintah melalui menggencarkan distribusi bantuan logistik yang dipusatkan di Lanud Sultan Iskandar Muda.

Hingga Sabtu (29/11/2025) kemarin, akunya, berbagai bantuan strategis telah tiba, mencakup 500 dus mi instan, 28 unit perangkat komunikasi canggih Starlink, 28 unit genset untuk pasokan listrik darurat, serta peralatan evakuasi vital seperti perahu karet dan tenda pengungsi.

“Logistik makanan tambahan berupa paket Family Food (Eprokal dan Naraga) juga telah disiapkan dalam jumlah besar untuk memastikan kebutuhan gizi para pengungsi terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga : Empat Hari Terisolir Akibat Banjir, 310 Ribu Jiwa di Kabupaten Aceh Tamiang Terancam Kelaparan

Baca Juga : Jalan Nasional Lembah Anai Penghubung Padang–Bukittinggi Masih Lumpuh Total

Penyaluran bantuan ini bergerak cepat menyasar daerah-daerah yang terdampak parah serta mendukung operasional petugas di lapangan.

Wilayah seperti Pidie Jaya, Pidie, Bireun, dan Aceh Barat telah menerima pasokan prioritas berupa tenda, perahu karet LCR, genset, dan logistik makanan.

Selain itu, dukungan operasional berupa perangkat Starlink dan genset juga telah didistribusikan kepada satuan militer setempat, seperti Yonif 113/JS dan Korem 012/TU, guna memastikan kelancaran komunikasi dan koordinasi penanganan darurat di lokasi bencana yang sulit dijangkau.

(Akb/nusantaraterkini.co)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait