Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pengelola Dapur MBG akan Dikumpulkan Prabowo Pasca Maraknya Kasus Keracunan, Komisi IX: Harus Ada Evaluasi Menyeluruh

Presiden Prabowo Subianto akan mengumpulkan para pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) pasca marak kasus keracunan yang dialami para sis

Zainul Munasichin (Foto: dok.dpr)
Zainul Munasichin (Foto: dok.dpr)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA – Presiden Subianto akan mengumpulkan para program Makan Bergizi Gratis () pasca kasus yang dialami para di seluruh wilayah Indonesia.

Anggota Komisi IX DPR Zainul Munasichin mengatakan, sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh untuk mencegah terjadinya para .

“Program Makan Bergizi Gratis adalah kebijakan besar yang manfaatnya sangat dirasakan oleh anak-anak dan orang tua. Karena itu, Presiden harus turun langsung memberi arahan kepada , agar mereka paham standar penyajian dan keamanan pangan yang benar,” kata Zainul, Selasa (23/9/2025).

Zainul menegaskan bahwa kualitas pelaksanaan program tidak boleh dikompromikan. Ia menyoroti kasus keracunan makanan yang menimpa ribuan anak penerima MBG. Berdasarkan laporan pemerintah, sekitar 5.000 anak menjadi korban keracunan karena makanan yang disajikan tidak memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

“Ini bukan sekadar persoalan teknis, tapi menyangkut keselamatan anak-anak. Keracunan makanan sangat berbahaya, apalagi bagi anak usia sekolah yang masih rentan. Jangan sampai program yang niatnya mulia justru menimbulkan korban,” tegasnya.

Menurut Zainul, kasus keracunan tersebut terjadi karena ada kelemahan di tingkat pengelolaan dapur. Ia menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG di daerah-daerah.

“Setiap pengelola dapur harus dievaluasi. Ada yang mungkin belum paham soal higienitas, ada yang abai terhadap kualitas bahan makanan. Semua ini harus diperbaiki dengan pengawasan ketat,” jelas legislator asal Dapil Jawa Barat IV.

Zainul menilai, pemanggilan para pengelola dapur MBG oleh presiden akan memberi dampak positif. Selain mendapatkan arahan langsung dari Presiden, para pengelola juga akan merasa lebih bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

“Kalau Presiden sendiri yang memberi arahan, tentu para pengelola akan lebih serius. Mereka akan merasa dilibatkan langsung dalam kebijakan besar ini. Arahan Presiden akan menjadi pedoman, sehingga tidak ada lagi ruang untuk kelalaian,” ujarnya.

Selain evaluasi dapur, Zainul mendesak pemerintah untuk memperkuat sistem pengawasan program MBG. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sejak proses pengadaan bahan baku, penyimpanan, pengolahan, hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

“Rantai pengawasan harus diperketat. Jangan sampai bahan baku yang sudah tidak segar tetap dipakai. Jangan ada lagi proses masak yang tidak memperhatikan standar kesehatan. Semua ini demi menjamin anak-anak kita mendapatkan makanan yang aman, sehat, dan bergizi,” tandasnya. 

(cw1/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait