Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Marak Anak Keracunan MBG, Komisi IX Minta Pemerintah Hentikan Penambahan Dapur Baru

Editor:  hendra
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Charles Honoris (Foto: dok.dpr)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Makin maraknya keracunan siswa penerima manfaat dari Makan Bergizi Gratis (MBG) di hampir seluruh daerah membuat Komisi IX DPR sebagai mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) bersuara

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris meminta pemerintah menghentikan penambahan dapur baru hingga evaluasi selesai dilakukan.

"Saya mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dengan menghentikan sementara penambahan dapur baru sampai evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur yang sudah ada benar-benar dilakukan," kata Charles, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga : Banyak Truk Tronton Makan Korban di Jalur Pantura Pekalongan, Warga Minta Tindakan

Disisi lain, audit ketat juga perlu dilakukan di seluruh rantai penyedia makanan. Pemerintah, lanjutnya, perlu mempertimbangkan pemanfaatan dapur sekolah sebagai alternatif.

"Pemerintah dalam hal ini BGN harus mempertimbangkan pemanfaatan dapur sekolah sebagai alternatif yang lebih efektif, transparan, dan mudah diawasi oleh guru, orang tua, serta masyarakat," ujar politikus PDIP ini.

Pemerintah bisa belajar dari negara lain yang telah menjalankan program makan siang berbasis dapur sekolah. Penggunaan dapur sekolah dengan pengawasan tentunya bisa meminimalisir keracunan

Baca Juga : MBG Disambut Meriah Ratusan Siswa SMPN 6 Pemalang

"Pemanfaatan dapur sekolah dengan pengawasan dari orang tua murid jelas efektif untuk meminimalisir kontaminasi bakteri dalam proses masak dan distribusi, sehingga keamanan pangan lebih terjaga," tuturnya.

Legislator dapil Jakarta ini mencontohkan dengan skema tersebut, sekolah bisa menyajikan makanan yang lebih fresh. Tiap dapur, kata dia, tidak perlu lagi memproduksi masal untuk dibagikan.

"Makanan yang disajikan masih hangat dan fresh, sehingga tidak ada lagi SPPG yang memproduksi massal ribuan ribu paket dalam sehari untuk banyak sekolah," kata dia.

Baca Juga : Dinkes Sumut Ungkap Penyebab 134 Siswa SMP di Laguboti Keracunan MBG

"Sebab, hampir semua kasus keracunan disebabkan oleh makanan basi yang tidak terpantau karena terlalu banyaknya produksi oleh SPPG," tegas Charles. 

(cw1/nusantaraterkini.co)