Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Swasembada Pangan Tercapai dalam Setahun, Prabowo: Kita Berdiri Sendiri di Atas Kaki Sendiri

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, KARAWANG – Hanya dalam kurun waktu setahun, pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto telah berhasil mewujudkan cita-cita swasembada pangan. Bukti itu terlihat dari jumlah cadangan beras pemerintah yang mencapai 3,2 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Prabowo menyebut, swasembada pangan sebetulnya ditargetkan dapat dicapai dalam waktu empat tahun. Berkat kerja keras dan kerja sama apik dari para jajarannya, swasembada pangan bisa terwujud lebih cepat.

Baca Juga : Gelar Retret Kedua, Komisi II: Momen Presiden Evaluasi Kinerja dan Penguatan Soliditas Kabinet

"Waktu saya dilantik jadi Presiden, saya beri target empat tahun swasembada pangan. Terima kasih saudara bekerja keras, bersatu, kompak sehingga satu tahun kita sudah swasembada. Satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki sendiri. Satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," kata Prabowo, Rabu (7/1/2026).

Tercapainya swasembada pangan merupakan bukti bahwa Indonesia adalah bangsa yang kuat, berdaulat dan mandiri. Kemandirian pangan sangat penting bagi kelangsungan hidup suatu bangsa.

Prabowo menuturkan, Indonesia pernah terancam krisis pangan akibat ketergantungan pada impor. Pada masa pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, Indonesia sempat kesulitan mendapatkan pasokan beras dari luar negeri. 

Oleh karenanya, momentum swasembada beras kali ini terbilang sangat tepat dan relevan. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia telah mampu memenuhi kebutuhan-kebutuhan pokoknya sendiri. 

Baca Juga : Prabowo: Kritik Boleh, Fitnah Tidak Bagus di Agama Manapun

"Tidak mungkin bangsa itu merdeka kalau pangan tergantung bangsa lain. COVID adalah pembuka mata, peringatan, lampu kuning bagi bangsa Indonesia agar jangan mau tergantung bangsa lain. Apalagi untuk pangan, juga untuk energi," tegasnya.

Di samping pangan, Prabowo juga meyakini Indonesia bisa mandiri dalam hal pemenuhan kebutuhan energi. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi yang besar, sehingga swasembada bukanlah hal yang mustahil. Kuncinya adalah pengelolaan yang benar, serta keberpihakan pada petani dan nelayan.

"Bagaimana bisa negara yang begini besar, diberi karunia tanah yang subur tetapi tergantung bangsa lain untuk pangan. Kita impor pangan tidak masuk di hati saya, tidak masuk di akal saya. Dan saya tidak habis pikir, puluhan tahun para petani dan nelayan kita kurang dihormati, kurang dibela, kurang dilindungi," ucap Prabowo. 

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan, menurunkan harga pangan dan sarana produksi pertanian, serta memastikan hasil itu benar-benar diterima oleh rakyat.

"Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat. Dan ini baru awal. Kita akan buktikan swasembada ini kita jaga, kita ulangi, dan kita pertahankan setiap tahun," tutupnya.

Pejabat Harus Paham Pasal 33 UUD 1945

Prabowo melanjutkan, sebagai wujud komitmen menjaga tanggung jawab para anggota Kabinet Merah Putih. Kepada para menteri dan kepala lembaga, Prabowo berpesan agar terus membela kepentingan masyarakat.

Prabowo bahkan mengutip Pasal 33 Ayat 3 UUD 45. Pasal itu menyatakan bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, memprioritaskan kepentingan rakyat di atas individu.

“UUD 45 Pasal 33 jelas tak usah ada penerjemah. Apa yang tidak jelas? Yang tidak paham, keluar saja dari jabatan. Segera mengundurkan diri. Banyak yang bisa gantikan saudara-saudara. Anak-anak muda yang baik-baik itu mau berjuang untuk kebaikan,” kata Prabowo.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Pemerintah Terbuka Terima Bantuan Publik untuk Pemulihan Bencana Sumatera

Sebaliknya, kepada para pembantunya yang sudah berjuang untuk rakyat, Prabowo menyampaikan mengapresiasi. Dia yakin perjuangan itu akan membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

“Terima kasih pengabdianmu. Membuat kita tambah percaya, dari hasil menuju hasil, dari kemenangan menuju kemenangan, kepercayaan diri. Indonesia mampu. Indonesia semangat. Makmur dan kemakmuran harus sungguh-sungguh di tangan rakyat Indonesia,” ujarnya.

Salah satu keberhasilan yang layak diapresiasi adalah swasembada beras yang sudah dicapai dalam kurun satu tahun. Padahal, Prabowo menargetkan swasembada pangan dicapai dalam kurun empat tahun.

Baca Juga : Presiden Prabowo Arahkan Menu MBG Pakai Daging Sapi, Pengamat: Waspada Dampak ke Peternak Ayam

Atas pencapaian itu, Prabowo bahkan memberi hormat kepada para jajarannya. Kebiasaan ini sudah dia lakukan saat menjadi prajurit. Sebagai pemimpin pasukan tempur, Prabowo mengaku punya kebiasaan memberi hormat saat kagum kepada anak buah. Hal ini di luar kebiasaan karena ada adab atau kebiasaan di TNI bahwa bawahan yang hormat kepada atasan. 

“Saudara-saudara izinkanlah saya mengikuti naluri saya. Mengikuti kebiasaan saya sejak muda. Izinkan saya hormat kepada seluruh dari kalian yang telah berjuang mengabdi sehingga kita (bisa mencapai) swasembada pangan,” kata Prabowo yang lantas meninggalkan podium dan maju ke depan panggung untuk langsung memberi gestur hormat.

  (cw1/nusantaraterkini.co)