Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Salurkan Jutaan Multivitamin ke 100 SPPG, Legislator Ingatkan Kemenhan Gandeng Kemenkes-BPOM

Editor:  hendra
Reporter: Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Neng Eem Marhama Zulfa Hiz (Foto: dok.istimewa)

nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) akan menyalurkan 4,8 juta butir multivitamin kepada 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mengingatkan Kemenhan agar menggandeng Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam penyaluran jutaan butir multivitamin ke 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Neng Eem bilang, langkah Kemenhan tersebut tentu memiliki tujuan baik, yakni untuk mendukung kesehatan dan daya tahan tubuh para siswa. Namun, karena menyangkut distribusi produk yang termasuk kategori obat atau suplemen kesehatan, maka harus dilakukan dengan koordinasi bersama instansi yang berwenang.

Baca Juga : Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan, Kemhan: Bukan Sekadar Sensasi Selebritas

“Multivitamin itu tetap termasuk produk kesehatan yang penggunaannya perlu diawasi. Jadi meskipun niatnya baik, tetap harus dikoordinasikan dengan Kemenkes dan BPOM agar manfaatnya benar-benar nyata dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Neng Eem, Rabu (8/10/2025).

Dijelaskan Neng Eem, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan regulasi BPOM, setiap produk multivitamin wajib memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu, serta hanya boleh diedarkan dengan izin edar resmi.

Distribusinya pun harus diawasi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan, terlebih jika diberikan kepada kelompok usia tertentu seperti para siswa.

Baca Juga : Dibekali dengan Pendidikan Militer, Apa dan Bagaimana Fungsi serta Tugas Komcad SPPI

“Anak-anak dan remaja punya kebutuhan gizi yang berbeda, sehingga pemberian multivitamin sebaiknya disesuaikan dengan rekomendasi tenaga medis. Pemerintah, dalam hal ini Kemenhan, perlu melibatkan ahli gizi dan otoritas kesehatan agar kebijakan ini tepat guna,” ujar dia.

Neng Eem menegaskan, koordinasi lintas kementerian akan memastikan program kesehatan yang melibatkan produk farmasi berjalan efektif, aman, dan sejalan dengan regulasi nasional. 

“Kesehatan masyarakat, apalagi anak-anak, tidak boleh dijadikan ajang coba-coba. Semua harus sesuai standar,” tegas legislator dapil Jabar ini.

Baca Juga : Pembekalan Prosedur Kedaruratan di Daerah Rawan kepada Awak Media Resmi Ditutup

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan menyalurkan 4,8 juta butir multivitamin kepada 100 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penyaluran jutaan butir vitamin itu dilakukan oleh Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto di Lapangan Bhinneka Tunggal Ika, Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Jakarta, Rabu (1/10/2025). 

(cw1/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Pengangkatan 5 Stafsus di Kemenhan saat Efesiensi Anggaran, Ini Penjelasan Wamenhan