Pengadaan APD Covid-19 Berbiaya Rp 39 Miliar tak Didukung Administrasi Jelas
Saya ada memeriksa daftar penawaran harga barang.Tapi tidak didukung bukti-bukti yang jelas, asal muasal barang dan satuan harganya
Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) Covid -19 berbiaya Rp 39 miliar lebih ternyata dikerjakan tanpa administrasi yang jelas,terutama mengenai daftar penawar harga barang.
Itu terungkap saat pemeriksaan Ramdan Syahrir selaku Ketua Tim Pemeriksa Administrasi pengadaan Covid-19.
”Saya ada memeriksa daftar penawaran harga barang.Tapi tidak didukung bukti-bukti yang jelas, asal muasal barang dan satuan harganya,” ujar Ramdan saat diperiksa sebagai saksi dalam perkara pengadaan APD Covid-19 yang menyeret dokter Alwi Mujahid sebagai Pengguna Anggaran (PA) sekaligus sebagai kadis Kesehatan Sumut dan Robby Messa Nura sebagai rekanan/penyedia barang di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (20/5/2024)
Apakah hal itu Anda pertanyakan kepada PPK,tanya Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Henri Sipahutar kepada Ramdan.
Ramdan menjawab, persoalan itu ditanyakan kepada PPK.Tapi jawabannya, itu tidak apa-apa.Nanti bisa digantikan dengan melampirkan Surat Pernyataan saja.
Mendengar jawaban itu, JPU Henri Sipahutar dari Kejati Sumut hanya geleng-geleng saja.
Siapa yang menyiapkan dokumen, tanya Henri lagi. Saksi dari Dinas Kesehatan Sumut menjawab, yang menyiapkan dokumen adalah PPK Ferdinan Hamzah.
”Saya menerima dokumen pengadaan APD dari PPK dan PPTK Hariyati," ujar saksi Ramdan.
Menurut dia, dirinya bersama Anggota Tim Pemeriksa Administrasi hanya memeriksa administrasi bukan menyangkut ketersediaan barang , apakah ada atau tidak.
Selain Ramdan turut diperiksa 5 saksi lainnya diantaranya Thamrin Gultom, Haryati dan Marah Chaidir.
Dalam dakwaannya, JPU menjelaskan bahwa kasus tersebut bermula pada Maret 2020. Saat itu, Dinkes Sumut melakukan pengadaan APD Covid-19 dengan nilai kontrak sebesar Rp39.978.000.000 (Rp39,9 miliar).
Namun, dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ditandatangani Alwi Mujahit Hasibuan selaku Kadinkes Sumut diduga tidak sesuai dengan ketentuan.
Akibat tidak sesuainya penyusunan RAB, maka terjadilah pemahalan harga atau mark up yang cukup signifikan. Selanjutnya, dalam pengadaan APD tersebut diberikan kepada Robby Messa Nura dengan tawaran harga yang tidak jauh beda dari RAB tersebut.
Selain pemahalan harga, dalam pengadaan APD tersebut juga ada indikasi fiktif, tidak sesuai spesifikasi, tidak memiliki izin edar atau rekomendasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan tidak dilaksanakannya ketentuan Perka LKPP Nomor 3 Tahun 2020 poin 5.
Adapun barang-barang yang dilakukan dalam pengadaan tersebut berupa baju APD, helm, sepatu boot, masker bedah, hand screen, dan masker N95.(fer/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
HUKUM DAN KRIMINALWN Malaysia Rampok Warga Batam Pakai Pisau dan Airsoft Gun, Gasak Mobil hingga Rp292 Juta
hendra·16 menit yang lalu -
HUKUM DAN KRIMINALPolisi Sita 1,2 Juta Pil Tramadol Ilegal, Pria Asal Aceh Ditangkap
hendra·1 jam yang lalu -
-
SUMSELGapeka 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Palembang Imbauu Penumpang Cek Ulang Jadwal Tiket
Rozie Winata·1 jam yang lalu -
NEWSPengurus JMSI Karo Resmi Dilantik, Siap Bersinergi dengan Pemkab
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSPara Eks Dankor Brimob Sambangi Kapolri, Ini Pesan Penting PKBB untuk Polri
hendra·1 jam yang lalu -
SUMSELPusri Salurkan 306 Ribu Ton Pupuk Bersubsidi di Sumsel Jelang Musim Tanam
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
INTERNASIONALHeboh, Bank di Malaysia Diduga Kena Serangan Siber, Indonesia Bagaimana?
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NASIONALOptimalisasi SDA dan Penguatan TKD dalam RAPBN, DPD RI Dorong Pemerataan Ekonomi Daerah
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWS VIDEOCegah Praktik Underpricing Ekspor, Abdul Kholik Dukung Pembenahan Tata Kelola SDA
Fadli Tara·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan