Pemerintah Didesak Bertindak Atasi Kenaikan Migor dan Banyaknya Impor Singkong
Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada konsumen rumah tangga, tetapi juga pada UMKM yang sudah berjuang menghadapi tantangan ekonomi
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Pimpinan Komisi VII DPR Chusnunia Chalim, mendesak pemerintah untuk segera mengambil tindakan nyata dalam mengatasi dua permasalahan utama yang tengah dihadapi masyarakat, yakni lonjakan harga minyak goreng (migor) di Lampung yang hampir mencapai Rp 20.000 per liter serta meningkatnya impor singkong yang menyulitkan petani lokal dalam memasarkan hasil panennya.
Chusnunia menekankan bahwa kenaikan harga minyak goreng di pasaran, yang telah menyentuh Rp 18.000 dan hampir mencapai Rp 20.000 per liter di Lampung, memberikan tekanan ekonomi bagi masyarakat, terutama para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang sangat bergantung pada minyak goreng sebagai bahan baku utama.
Baca Juga: Kasus Pagar Laut, Komisi II: Menteri ATR Harus Siapkan Peta Jalan Tuntaskan Konflik Agraria
“Kenaikan harga ini tidak hanya berdampak pada konsumen rumah tangga, tetapi juga pada UMKM yang sudah berjuang menghadapi tantangan ekonomi pascapandemi. Pemerintah harus segera melakukan intervensi pasar untuk mencegah spekulasi dan memastikan stok minyak goreng tersedia dengan harga terjangkau,” tegas Chusnunia, Jumat (31/1/2025).
Selain itu, Chusnunia juga menyoroti masalah banyaknya impor singkong yang membuat petani lokal kesulitan memasarkan hasil panennya. “Banyak singkong petani lokal yang akhirnya membusuk karena tidak terserap pasar, sementara impor singkong terus membanjiri pasar dalam negeri. Ini adalah ironi yang harus segera diatasi,” kata bekas Wagub Lampung ini.
Ia mendesak pemerintah untuk segera membatasi impor singkong dan memberikan pembinaan kepada petani lokal agar mampu bersaing secara sehat di pasar domestik.
Baca Juga: KPH 9 Akan Turun dan Cek ke Ranto Nalinjang Terkait Adanya PETI di Kawasan Hutan Lindung
Sebelumnya, Ketua Umum Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Arifin Lambaga, sebelumnya telah memperingatkan bahwa Lampung, sebagai penghasil utama singkong nasional dengan kontribusi 40%, berisiko kehilangan peluang besar jika permasalahan ini tidak segera ditangani.
Selain harga yang anjlok, perbedaan pendapat mengenai rendemen dan refaksi semakin memicu aksi protes dari para petani. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, berkomitmen untuk mengundang petani Lampung guna mencari solusi. Ia menegaskan bahwa petani singkong harus mendapatkan perlindungan dan tidak boleh diperlakukan secara tidak adil.
(cw1/nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSSoroti Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Prana Putra Sohe Desak Meritokrasi Diperketat dalam Penempatan Pejabat Lapas
hendra·58 menit yang lalu -
NEWSMahasiswa Poltekpel Aceh Meninggal Saat Ospek, Keluarga Soroti Lebam di Tubuh
hendra·1 jam yang lalu -
NEWS VIDEOPolda Sumsel Musnahkan Ribuan Gram Sabu dan Ekstasi Hasil Tangkapan September 2026
Fadli Tara·1 jam yang lalu -
SUMSELPolda Sumsel Siap Dukung Keterbukaan Informasi SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSidang Kredit Macet BRI Titi Papan, Hakim Pertanyakan Validitas Usaha Para Nasabah
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALTarget Operasi Sikat I Musi 2026, Polsek Rambang Bekuk Pembobol Rumah di Muara Enim
Rozie Winata·2 jam yang lalu -
NEWSDirjenpas Buka-bukaan soal Foto Jimmy Masrin dan Bangunan Mirip Kontainer di Lapas Cibinong
hendra·2 jam yang lalu -
KRIMINALSatresnarkoba Polres Binjai Tangkap 4 Terduga Pengedar, Sita Sabu dan 7 Butir Ekstasi
hendra·2 jam yang lalu -
NASIONALMuseum Bing Slamet Resmi Dibuka, Bang Azran: Merawat Warisan Maestro untuk Generasi Muda
Rozie Winata·3 jam yang lalu -
KRIMINALPolda Sumut Sikat 485 Tersangka Curat dan Curas dalam Dua Pekan
Rozie Winata·3 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan