Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

PBB Pangkas Dana untuk Pengungsi Rohingya di Indonesia

Pembekuan dana oleh Amerika Serikat pada bulan Januari mempengaruhi bantuan kemanusiaan PBB bagi pengungsi Rohingya

Ilustrasi anak-anak pengungsi Rohingya. (Foto: istockphoto)
Ilustrasi anak-anak pengungsi Rohingya. (Foto: istockphoto)
A A

, - Perserikatan Bangsa-Bangsa () memangkas alokasi bagi di setelah Presiden Donald Trump membekukan bantuan asing, menurut surat yang diperoleh AFP dan keterangan sejumlah sumber dan pengungsi yang menerima informasi pemotongan itu.

Diketahui, setelah etnis Rohingya menghadapi kebrutalan di , setiap tahun ada ribuan di antaranya mengungsi ke Malaysia atau Indonesia.

Di , ribuan orang Rohingya terjebak tanpa kepastian hukum, sementara banyak negara enggan menerima para pengungsi tersebut secara permanen. Akibatnya, mereka sangat bergantung pada bantuan untuk mendapatkan tempat tinggal dan memenuhi kebutuhan kesehariannya.

Namun, surat dari Organisasi Internasional untuk Migrasi (Organisasi Internasional untuk Migrasi /IOM) pada 28 Februari menyatakan bahwa bantuan bagi hampir 1.000 di , akan dihentikan.

Baca Juga: Warga Aceh Resah dengan Rohingya: Tidak Sesuai Dengan Syariat Islam

“Karena keterbatasan sumber daya, IOM tidak dapat lagi memberikan layanan kesehatan dan bantuan tunai bagi 925 pengungsi Rohingya yang masih berada di Pekanbaru,” demikian isi surat yang ditandatangani oleh wakil kepala misi IOM.

Pembekuan dana oleh pada bulan Januari mempengaruhi bantuan kemanusiaan PBB bagi pengungsi Rohingya, membuat pendanaan tambahan sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat bantuan, kata seorang sumber kepada AFP.

IOM mengatakan kepada AFP bahwa mereka "mematuhi semua perintah hukum" setelah pembekuan Amerika. Namun, mereka mengakui bahwa hal itu "berdampak pada staf, operasi, dan masyarakat yang mereka layani."

Abdu Rahman, pengungsi Rohingya berusia 26 tahun di Pekanbaru, mengatakan kepada AFP bahwa staf PBB telah berdiskusi dengan para pengungsi untuk menginformasikan pemangkasan bantuan itu.

Baca Juga: 93 Pengungsi Etnis Rohingya Diamankan di Terminal Tipe A Langsa saat Hendak Menuju Kota Medan

“Mereka telah memberi tahu para pengungsi bahwa IOM tidak akan lagi memberikan bantuan uang tunai. Itulah satu-satunya bantuan yang dibutuhkan para pengungsi untuk bertahan hidup,” katanya.

Selama ini IOM mengalokasikan tunjangan bulanan sebesar Rp1 juta per orang. Indonesia tidak menandatangani Konvensi Pengungsi PBB dan menyatakan bahwa negaranya tidak bisa menampung pengungsi .

Sebaliknya, pemerintah meminta negara-negara tetangga berbagi tanggung jawab dan merelokasi Rohingya yang tiba di Tanah Air.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: VOA

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru