Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Pasar Saham AS Bergerak Mendatar dalam Sesi yang Cenderung Tenang Pekan Ini

Pasar saham AS menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan mendatar dalam sesi yang cenderung tenang pada Jumat.

Bagikan:
Pada perdagangan pekan ini, pasar saham AS menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan mendatar dalam sesi yang cenderung tenang pada Jumat.(sumber foto: reuters)
Pada perdagangan pekan ini, pasar saham AS menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan mendatar dalam sesi yang cenderung tenang pada Jumat.(sumber foto: reuters)
A A

Nusantaraterkini.co - Pada perdagangan pekan ini, menutup perdagangan pekan ini dengan pergerakan mendatar dalam sesi yang cenderung tenang pada Jumat.

Diketahui, untuk saham S&P 500 dan mencatat penurunan mingguan, sementara melanjutkan tren positifnya dengan kenaikan mingguan keempat berturut-turut.

BACA: Wall Street Bertengger di Zona Merah Menjelang Pertemuan Federal Reserve Minggu Depan

Sementara, Broadcom (AVGO.O) melonjak hingga 24% setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartalan yang melampaui ekspektasi Wall Street.

Broadcom juga memperkirakan pertumbuhan signifikan dalam permintaan chip AI khusus selama beberapa tahun mendatang.

BACA: Wall Street Menghijau Didongkrak Reli Saham Teknologi Turut Mengangkat Nasdaq Di Atas Tonggak 20.000 Poin

Kinerja ini berhasil membawa kapitalisasi pasar Broadcom melewati angka psikologis US$1 triliun untuk pertama kalinya.

Kinerja Saham di Sektor Semikonduktor
Di sektor semikonduktor, saham Marvell Technology (MRVL.O), yang juga berkompetisi di bidang chip AI, naik 10,8%.

Sementara Nvidia (NVDA.O), pemimpin pasar AI, justru melemah 2,2%. Namun, indeks semikonduktor SOX mencatat kenaikan 3,2%.

berhasil menembus angka 20.000 untuk pertama kalinya pada Rabu, berkat dorongan dari saham teknologi.

BACA: Indeks Utama Wall Street Ditutup Lebih Rendah Terkerek Keputusan Suku Bunga Federal Reserve

Momentum ini diperkuat oleh laporan inflasi yang sesuai dengan ekspektasi, yang mengukuhkan peluang Federal Reserve akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang.

Menurut alat pemantau CME FedWatch, 97% trader memperkirakan pemangkasan suku bunga pada pertemuan Fed 17-18 Desember, meskipun peluang jeda pada Januari tetap tinggi.

Pergerakan Indeks Utama
(.DJI) turun 86,06 poin (0,20%) ke 43.828,06. S&P 500 (.SPX) turun 0,16 poin (0,00%) ke 6.051,09. Nasdaq Composite (.IXIC) naik 23,88 poin (0,12%) ke 19.926,72.

Meskipun S&P 500 dan Dow melemah secara mingguan, Nasdaq terus menguat, didukung oleh minat tinggi terhadap saham teknologi yang diuntungkan oleh tren kecerdasan buatan (AI).

Performa Saham Individu
RH (RH.N) mencatat kenaikan signifikan sebesar 16,95% setelah melaporkan peningkatan pendapatan bersih pada kuartal ketiga. Sebaliknya, D.R. Horton (DHI.N) mengalami penurunan 0,89% setelah J.P. Morgan menurunkan peringkatnya menjadi "underweight."

Imbal hasil obligasi AS meningkat di semua tenor, dengan imbal hasil obligasi 10 tahun mencapai level tertinggi tiga minggu.

Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Management, menyebut bahwa penjualan obligasi berbasis suku bunga menjadi tren dominan, sementara saham-saham teknologi melanjutkan reli.

Di sisi lain, sentimen investor juga terdorong oleh optimisme terkait kebijakan pro-bisnis yang diharapkan dari Donald Trump setelah kemenangannya dalam pemilu presiden.

Volume Perdagangan dan Rasio Kenaikan
Volume perdagangan di bursa AS mencapai 12,56 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata 14,03 miliar dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Rasio penurunan terhadap kenaikan saham mencapai 2,23 banding 1 di NYSE. S&P 500 mencatat delapan saham dengan harga tertinggi 52-minggu, sementara 15 saham mencatat harga terendah.

Nasdaq Composite mencatat 75 saham dengan harga tertinggi baru, sedangkan 199 saham menyentuh harga terendah.

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait