Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kota Medan telah menerapkan sistem parkir berlangganan dalam upaya meningkatkan pendapatan Pemko Medan.
Nusantaraterkini.co, menggali respons terkini dari tukang parkir dan masyarakat terkait kebijakan tersebut.
Beberapa pihak merasa diuntungkan, sementara yang lain mengkhawatirkan dampak negatifnya.
Baca Juga : Ini Respons Bobby Nasution soal Para Jukir Minta Batalkan Parkir Berlangganan di Medan
Pelaksanaan parkir berlangganan ini sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No. 1/2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang menjadikan parkir tepi jalan umum sebagai salah satu jenis retribusi daerah. Aturan lebih lanjut mengenai pelaksanaannya diatur dalam Peraturan Wali Kota Medan No. 26 Tahun 2024 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pelayanan Parkir Berlangganan di Tepi Jalan Umum.
Hasim, seorang tukang parkir di pusat perbelanjaan Medan, menyambut positif sistem baru ini.
“Dengan adanya parkir berlangganan, kami bisa mengatur tempat parkir dengan lebih baik. Pelanggan bisa memesan tempat mereka, sehingga tidak ada lagi pertikaian saat mencari tempat parkir,” ujarnya, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga : Sistem e-Parking di Kota Medan Masih Jauh dari Harapan
Ia percaya bahwa sistem ini akan memberikan kepastian dan meningkatkan pendapatan mereka.
“Kami berharap pemerintah dapat meningkatkan sosialisasi mengenai sistem ini agar semua pihak memahami manfaatnya,” tambah Hasim.
Di sisi lain, Rina, seorang pemilik mobil yang menggunakan jasa parkir, mengungkapkan keberatannya terhadap kebijakan ini.
Baca Juga : Juru Parkir Medan Klarifikasi Pungutan: Kami Tidak Dibayar Pemerintah, Jadi Minta Bayaran Masyarakat
“Saya merasa tidak nyaman dengan sistem berlangganan. Kami sudah membayar biaya parkir secara elektronik, namun tiba-tiba mereka meminta lagi dengan alasan yang tidak jelas. Hal ini sangat mengecewakan,” ujarnya dengan nada tegas, ditemui di Jalan Timor, Medan.
Rina juga menambahkan bahwa sering kali tukang parkir tidak mau membantu mereka saat datang, tetapi tiba-tiba meminta uang dan memaksa saat mereka hendak pergi.
“Kami seharusnya mendapatkan pelayanan yang layak, bukan malah merasa tertekan dan dipaksa saat hendak keluar,” keluhnya.
Rina berharap agar Pemerintah Kota Medan serius menata parkir di tepi jalan.
“Tata kelola parkir di Medan sangat buruk. Sering terjadi keributan antara warga dan tukang parkir. Situasi ini membuat kami merasa tidak aman dan tidak nyaman saat menggunakan jasa parkir,” tambahnya dengan harapan agar ke depan ada perubahan yang lebih baik. (cw9/nusantaraterkini.co)
