Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pantai Barat Simeulue Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 6,2, Getaran Dirasakan hingga Karo

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Titik pusat gempa bumi Magnitudo 6,2 Pantai Barat Simeulue Aceh. (Foto: dok BMKG)

Nusantaraterkini.co, ACEH - Wilayah Samudera Hindia Pantai Barat Simeulue, Aceh diguncang gempa tektonik, Selasa (8/4/2025) pukul 02.48 WIB.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2,03° LU ; 96,71° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 62 Km arah Tenggara Sinabang, Aceh pada kedalaman 30 km.

 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng," ungkapnya.

Baca Juga: Lagi, Aceh Besar dan Banda Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 3.9

Lebih lanjut dia menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

 

Adapun dampak gempa dirasakan di daerah Kabupaten Simeulue dengan skala intensitas III-IV MMI, yakni getaran dirasakan nyata dalam rumah/terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Kemudian daerah Kabupaten Aceh Selatan, Kota Subulussalam, Kabupaten Singkil, Kabupaten Nias Utara dengan skala intensitas III MMI berupa getaran dirasakan nyata dalam rumah/terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Lalu daerah Kabupaten Karo dan Aceh Barat Daya dengan skala intensitas II-III MMI berupa getaran dirasakan nyata dalam rumah/terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Baca Juga: Idul Fitri, Aceh Besar Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 3,5

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," jelasnya.

Meski begitu, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Kemudian agar menghindari dari bangunan apabila ada yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun  tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," pungkasnya.

(zie/Nusantaraterkini.co)