Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ombak Kencang, Penyebrangan Kapal Kayu dari Tigaras Menuju Simanindo diberhentikan Sementara

Editor:  Fadli Tara
Reporter: JAS
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ombak Kencang, Penyebrangan Kapal Kayu dari Tigaras Menuju Simanindo diberhentikan Sementara

Nusantaraterkini.co, Simalungun - Pelabuhan penyebrangan kapal kayu dari Tigaras Kabupaten Simalungun menuju Simanindo, Kabupaten Samosir diberhentikan sementara waktu dikarenakan ombak tinggi dan kencang, Jumat(11/7/2025).

Memberhentikan sementara diberlakukan terhadap kapal kayu lantaran ombak kencang tetapi kapal Fery masih tetap berjalan namun kapasitas dan jumlah penumpang dikurangi.

BACA JUGA: Curanmor Beraksi di Indekos Medan, Pelaku Lancarkan Aksinya Saat Security Tertidur

Salah satu staff Kementerian perhubungan yang bertugas, bernama derazat mengatakan bahwa pemberhentian kapal kayu diberlakukan pagi ini lantaran ombak kencang.

"Pagi ini ombak kencang, sehingga penyebrangan kapal kayu dari Tigaras Kabupaten Simalungun menuju pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir, diberhentikan sementara waktu hingga ombak normal seperti biasanya, untuk kapal Fery tetap berjalan seperti biasanya,"ucapnya.

Derazat mengatakan bahwa ombak tinggi terjadi pagi ini, sedangkan semalam ombak masih normal.

"Ombak tinggi di perkirakan terjadi pagi, sedangkan semalam ombak normal tidak ada tanda-tanda ombak kencang,"tambahnya.

Ia juga mengatakan kapal Fery tetap jalan ketika air danau berombak karena stabilitasnya berbeda dengan kapal kayu.

"Kapal Fery tetap berjalan pagi ini, seperti KMP Sumut 1, 2 dan Julaga Tamba seperti biasanya meski pun ombak kencang, karena stabilitas kapal Fery dengan kapal kayu berbeda, kapal fery memiliki stabilitas yang baik sehingga berlayar di ombak tinggi tetap bisa namun kapasitas di kurangi untuk mencegah terjadinya kelebihan muatan dan mencegah kapal bocor," tambahnya.

Ia juga menambahi bahwa pagi ini, sepeda motor yang biasanya naik kapal kayu karena ombak tinggi harus menggunakan kapal Fery.

"Pagi ini tidak ada kapal kayu yang berlayar, sehingga sepeda motor maupun penumpang jalan kaki yang biasanya menggunakan kapal kayu dialihkan semua ke kapal Fery," ujarnya.

BACA JUGA: Putusan MK soal Pemisahaan Pemilu Bertentangan dengan Prinsip Dasar Konstitusi

Ia juga menghimbau kepada para pemilik kapal kayu dan nelayan untuk tidak melakukan aktivitas di Danau Toba.

"Himbauan untuk seluruh pemilik kapal kayu agar tidak mengoperasikan selama ombak kencang di Danau Toba, begitu juga kepada nelayan agar menunda aktivitas mencari ikan di Danau Toba saat ombak tinggi," tutupnya.

(jas/Nusantaraterkini.co)