Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Nilai Tukar Rupiah Menguat 1,14% Dalam Sepekan Terkerek Sentimen Risk-On oleh Harapan Perdamaian di Timur Tengah

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
nilai tukar rupiah ditutup di Rp 16.209 per dolar AS atau menguat 0,56% mendorong penguatan rupiah 1,14% dalam sepekan.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Pada perdagangan Kamis (26/6/2025) nilai tukar rupiah ditutup di Rp 16.209 per dolar AS atau menguat 0,56% mendorong penguatan rupiah 1,14% dalam sepekan. 

BACA JUGA:Nilai Tukar Rupiah Menguat 0,56% Ditutup di Level Rp16.209 Per Dolar AS di Akhir Perdagangan Kamis (26/6/2025)

Nilai tukar rupiah bergerak menguat sepanjang pekan ini seiring pelemahan dolar Amerika Serikat (AS).

Rupiah Jisdor juga menguat 0,36% ke Rp 16.233 per dolar dari hari sebelumnya mendorong penguatan 1,01% sepekan.

Menanggapi hal tersebut, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa penguatan rupiah didukung sentimen risk-on oleh harapan perdamaian di Timur Tengah, sehingga menekan dolar AS.

"Terlebih dolar AS kembali tertekan oleh pernyataan Trump yang akan mengumumkan secepatnya kandidat pengganti Powell agar suku bunga dapat diturunkan," ujarnya 

Berdasarkan Trading Economics, indeks dolar tercatat di 97,36 pada Kamis (26/6) pukul 19.00 WIB. Dalam 24 jam terakhir terkoreksi 0,33% dan sepekan turun 1,56%.

Penguatan rupiah diperkirakan masih berlanjut di pekan depan seiring tekanan pada dolar AS belum mereda.

"Namun apabila dalam dua hari ini, data rilis terakhir PDB AS dan inflasi PCE AS lebih kuat dari perkiraan, dolar AS bisa rebound," sebut Lukman.

Dia memaparkan, pasar memperkirakan inflasi inti PCE AS diperkirakan akan sedikit lebih tinggi naik 0,1%. 

Hanya saja, upah diperkirakan hanya naik 0,3%, jauh lebih rendah dari 0,8% bulan lalu dan pengeluaran juga diperkirakan akan stagnan atau hanya naik 0,1%.

Research & Development Trijaya Pratama Futures, Alwi Assegaf menuturkan bahwa rilis data ekonomi pekan depan juga akan marak. 

Dari domestik ada data neraca perdagangan dan cadangan devisa. Sementara dari eksternal ada pidato Powell, ISM, dan Non-Farm Payroll.

"Ini akan menjadi faktor penggerak rupiah pekan depan," terangnya.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak direntang Rp 16.100 - Rp 16.330 per dolar AS di pekan depan. Sementara Lukman memproyeksikan ruipah di Rp 16.050 - Rp 16.400 per dolar AS. 

(wiwin/nusantaraterkini.co)