Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,36% di Level Rp16.515 Per Dolar AS Pagi Ini

Editor:  Team
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
nilai tukar rupiah melemah 0,36% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.456 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang di Asia.

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Awal perdagangan Jumat (1/8) nilai tukar rupiah melemah dibuka di level Rp 16.515 per dolar Amerika Serikat (AS).

Baca Juga : Analisis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Masih akan Tertekan di Rentang Rp 16.350 - Rp 16.500

Ini membuat nilai tukar rupiah melemah 0,36% dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di Rp 16.456 per dolar AS. Pergerakan rupiah sejalan dengan seluruh mata uang di Asia.

dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan setelah anjlok 0,57%. Disusul, won Korea Selatan yang ambles 0,45%.

Selanjutnya ada peso Filipina yang turun 0,38% dan ringgit Malaysia terkikis 0,36%. Lalu ada baht Thailand yang tertekan 0,21%.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,23% ke Level Rp16.400 Per Dolar AS Siang Ini

Berikutnya, yuan China terkoreksi 0,13%. Diikuti, dolar Singapura yang tergelincir 0,1% dan yen Jepang yang turun 0,09%.

Kemudian dolar Hongkong terlihat juga melemah tipis 0,001% terhadap the greenback di pagi ini.

Analis Pasar: Nilai Tukar Rupiah Diprediksi Masih Melemah Seiring The Fed yang hawkish

Pada perdagangan kemarin nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal akibat arah kebijakan suku bunga Federal Reserve atau The Fed.

Baca Juga : Nilai Tukar Rupiah Melemah 0,23% ke Level Rp16.400 Per Dolar AS Siang Ini

Melansir Bloomberg, rupiah di pasar spot pada perdagangan Kamis (31/7) ditutup di level Rp 16.456 per dolar AS, melemah 0,31% dari hari sebelumnya.

Di sisi lain, BI justru menurunkan suku bunga sebesar 25 bps dalam Rapat Dewan Gubernur Juli 2025 untuk mendukung pertumbuhan ekonomi domestik. 

"Ini memperlebar gap suku bunga dengan AS dan membuat rupiah kurang menarik di mata investor asing," tambah Sutopo.

"Selisih suku bunga yang melebar menyebabkan capital outflow, sehingga menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah," lanjut Sutopo.

Untuk Jumat (1/8), rupiah diprediksi masih melemah seiring The Fed yang hawkish (menaikkan/mempertahankan suku bunga) dan BI yang cenderung dovish (menurunkan suku bunga).

Sutopo menaksir rupiah Jumat (1/8) berada di kisaran Rp 16.500 - Rp 16.600