Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Pemerintah mulai merealisasikan ambisi besar untuk memutus dominasi sekolah unggulan yang selama ini terpusat di Pulau Jawa. Melalui inisiatif "Sekolah Garuda", Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan operasional perdana institusi pendidikan berstandar internasional ini pada Juli 2026 mendatang.
Langkah ini diambil sebagai strategi nasional untuk menjaring dan membina talenta muda potensial dari wilayah-wilayah yang secara historis minim akses terhadap fasilitas pendidikan berkualitas tinggi.
Baca Juga : Kemiskinan di Era Prabowo Terus Menurun, Mensos Gus Ipul Ungkap Rahasianya
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa pembangunan fisik saat ini sedang dikebut di empat titik lokasi strategis sebagai tahap awal dari total 29 sekolah yang direncanakan. Lokasi tersebut meliputi Belitung Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Konawe di Sulawesi Tenggara, serta Kalimantan Utara.
Baca Juga : Pemerintah Diminta Jamin Inklusifitas dan Kualitas Sekolah Garuda
"Pemilihan lokasi tersebut dilakukan secara sengaja demi menciptakan keadilan akses pendidikan. Saat ini baru empat yang dibangun," ujar Brian saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan alasan di balik pemetaan tersebut mengingat di Jawa sudah banyak sekolah-sekolah unggulan. Sekolah Garuda, katanya, tidak hanya sekadar bangunan fisik baru, melainkan sebuah ekosistem pendidikan semi-militer atau asrama yang mengintegrasikan kurikulum nasional dengan standar global.
Baca Juga : SNPB 2026 Dibuka, Komisi X: Sekolah Harus Aktif Daftarkan Siswa Berprestasi
Dilansir RMOl, selain penajaman pada kemampuan bahasa Inggris, sekolah-sekolah ini akan mendapatkan pendampingan langsung dari perguruan tinggi terdekat untuk memastikan kualitas akademik tetap terjaga.
Baca Juga : Komisi X Dukung Kebijakan Kemendiktisaintek Bebaskan UKT Mahasiswa Terdampak Banjir Sumatera
Brian menyebut pemerintah saat ini sedang dalam proses seleksi ketat bagi tenaga pendidik yang akan ditempatkan di daerah-daerah tersebut, dengan mengutamakan guru-guru berprestasi yang memiliki dedikasi tinggi.
Meskipun mekanisme pendaftaran masih dalam tahap finalisasi, antusiasme terhadap kehadiran Sekolah Garuda diprediksi akan tinggi mengingat fasilitas dan kuota beasiswa yang ditawarkan. Program ini diharapkan menjadi mesin pencetak pemimpin masa depan yang berasal dari luar Jawa, guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Baca Juga : Dukung Pendirian USG, Mendiktisaintek: Wujudkan Mimpi Prabowo Jadikan Indonesia Maju
"Dengan fokus pada daerah yang selama ini belum memiliki SMA unggulan, Sekolah Garuda diproyeksikan menjadi katalisator perubahan sosial dan intelektual di tingkat lokal," pungkasnya.
Baca Juga : Brian Yuliarto jadi Mendiktisaintek, Komisi X Ajak Kawal Efisiensi Anggaran Pendidikan
(Emn/Nusantaraterkini.co)
