Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Niat Beri Kejutan untuk Sang Suami di Perantauan, Wanita Syok Begitu Melihat Kelakuan Suaminya

Editor:  Fadli Tara
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ist/tangkapan layar

Nusantaraterkini.co– Godaan dari luar memang tak jarang membuat kesetiaan orang goyah seperti kasus suami selingkuh saat merantau.

Baca Juga : Musda Golkar Sumut Ricuh, Bawa Kayu hingga Petasan

Kasus suami selingkuh saat merantau itu tentu bukan yang pertama kalinya terjadi.

Baca Juga : Lagi, Geng Motor Meresahkan Serang Warga, Korban Alami Patah Tulang

Dikutip dari eva.vn, kejadian suami selingkuh saat merantau ini terjadi di China.

Baca Juga : DPR Dukung Proyek Gentengnisasi Prabowo, Ingatkan Akuntabilitas dan Dampak ke UMKM

Seperti yang diketahui, demi mencari nafkah, banyak keluarga yang harus hidup beda kota untuk sementara waktu karena tuntutan pekerjaan.

Baca Juga : Dijadwalkan Digusur Hari Ini, Pedagang Pasar Sambas Sampaikan Aspirasi

Ketika hidup terpisah, kesetiaan sangat penting dan diperlukan.

Namun, hidup selalu mengandung kejutan dan godaan yang tidak terduga.

Jika tidak bisa menjaga kesetiaan, pernikahan itu pasti akan berada di ambang kehancuran, seperti nasib rumah tangga Tieu Phuong (27).

Tieu Phuong adalah wanita yang memiliki kepribadian lembut dan pekerja keras.

Ia tinggal di provinsi Henan, sedangkan suaminya, Tuan Li, bekerja di kota Wenzhou (provinsi Zhejiang).

Tuntutan pekerjaan sang suami membuat pasangan ini sering berpisah.

Sekitar waktu ini, teman dekat Tieu Phuong juga mengalami kesulitan dalam hidupnya, jadi ia pindah ke kota Wenzhou untuk mencari nafkah.

Baru-baru ini, Tieu Phuong naik kereta ke kota Wenzhou untuk mengunjungi suami dan teman dekatnya.

Karena ingin memberikan kejutan kepada mereka, ia tidak mengabari terlebih dahulu.

Tak disangka, begitu Tieu Phuong membuka pintu, pemandangan yang dilihatnya seketika membuatnya terlonjak kaget.

Sang suami dan seorang wanita asing sedang bermesraan di ranjang.

Ketika lebih dekat, sang istri semakin syok ketika mengetahui bahwa si orang ketiga adalah sahabatnya.

Ketika menyadari keberadaan Tieu Phong, sang suami dan selingkuhannya itu tampak panik.

Mereka meminta maaf tetapi berusaha melakukannya dengan tenang.

Tieu Phuong merasa hatinya hancur, air mata mengalir deras di pipinya.

Sahabatnya itu berusaha mencoba mencari penjelasan yang paling masuk akal dengan suara bergetar.

Namun, wanita tersebut akhirnya perlahan mengatakan bahwa mencari nafkah di kota asing membuatnya merasa kekurangan cinta.

Suami Tieu Phuong adalah satu-satunya kenalannya di sini, sehingga perasaan keduanya dengan cepat berkembang.

Meski tahu bahwa itu adalah tindakan yang salah, namun keduanya tidak bisa mengendalikan diri.

Dihadapkan pada alasan kedua orang tersebut, Tieu Phuong menjadi sangat marah. 

Ia tidak percaya suami dan sahabatnya sudah lama bersama dan mengkhianatinya seperti ini.

Tapi bukannya cemburu, ia membawa barang bawaannya dan pergi.

Sang suami tidak mengatakan apa-apa selain menatap sang istri dengan ekspresi bersalah.

Hal itu membuatnya semakin patah hati. 

Melihat sang suami dan "pelakor" sangat tenang ketika tertangkap basah membuat Tieu Phuong semakin frustrasi.

Ia memilih untuk pergi diam-diam daripada merasa cemburu.

Melalui kejadian ini, Tieu Phuong memahami bahwa hubungan apa pun perlu menetapkan batasan.

Begitu batas terlampaui, perpecahan tidak bisa dihindari.

Ia juga menyadari bahwa wanita perlu belajar mandiri, menghargai diri sendiri, serta selalu waspada dan rasional.

Wanita tidak boleh berharap terlalu banyak pada janji tetapi harus fokus pada pengembangan tubuh dan pikiran sendiri.

Yang penting, meski hatinya sakit hingga tercekik, ia tetap memilih berani menghadapinya dan siap menata ulang hidupnya sendiri.

(mft/Nusantaraterkini.co)