Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pasar Menanti Data PDB, IHSG Berpeluang Menguat Terbatas

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
BEI sempat menghentikan sementara perdagangan (trading halt). (BAY ISMOYO/AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melanjutkan penguatan terbatas pada perdagangan Kamis (5/2/2026), setelah sehari sebelumnya ditutup naik 0,30 persen ke posisi 8.146.

Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS), Reza Diofanda, menilai penguatan IHSG masih bersifat terbatas seiring pasar yang cenderung wait and see menjelang rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025.

Secara teknikal, Reza memproyeksikan IHSG bergerak menguji area resisten di kisaran 8.297–8.408, seiring momentum rebound yang mulai terbentuk sejak awal pekan.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjutkan Reli ke 8.122, Ini 4 Saham Pilihan Analis

“Pelaku pasar saat ini mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi 2025 oleh BPS yang secara konsensus diperkirakan melambat ke sekitar 5,0 persen secara tahunan, dari 5,3 persen pada 2024,” ujar Reza dalam riset hariannya.

Untuk perdagangan hari ini, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pilihan, yakni BKSL, MBMA, dan MEDC.

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG mampu ditutup di zona hijau berkat penguatan saham perbankan serta rebound saham komoditas emas. Namun, saham-saham milik kelompok konglomerasi masih bergerak terbatas, menunggu kepastian lanjutan terkait regulasi free float dan evaluasi indeks MSCI.

Baca Juga : IHSG Masih Rentan Terkoreksi, Pergerakan Diprediksi Tertahan di Bawah 8.000

Senada, Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai konsensus pasar memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 berada di level 5 persen. Proyeksi tersebut dipengaruhi oleh perlambatan konsumsi rumah tangga, investasi, serta belanja pemerintah.

Angka konsensus itu berada di bawah target yang disampaikan Menteri Keuangan Purbaya, yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,2 persen pada 2025, termasuk dorongan positif dari kinerja kuartal IV.

“Jika realisasi pertumbuhan ekonomi berada di atas ekspektasi pasar, hal tersebut berpotensi menjadi katalis positif bagi pergerakan IHSG,” jelas Nafan dalam risetnya.

Baca Juga : IHSG Berpotensi Lanjutkan Koreksi, Enam Saham Ini Justru Jadi Incaran

Dari sisi teknikal, Nafan menilai IHSG berpeluang melanjutkan penguatan setelah sebelumnya menguji level fibonacci retracement 38,2 persen, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) masih berada di area oversold.

Ia memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 7.945–8.054 dan resisten 8.210–8.303. Adapun saham yang masuk dalam radar Mirae Asset Sekuritas hari ini meliputi MYOR, PTBA, dan SMDR.

(Dra/nusantaraterkini.co).

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan Sentimen MSCI, Simak Strategi dan Rekomendasi Saham Senin 2 Februari 2026