Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Media Asing Bloomberg Sebut 4 Nama Calon Menkeu Prabowo

Editor:  Annisa
Reporter: Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Momen Prabowo terima ucapan selamat dari 5 pemimpin negara (Foto: Instagram/Prabowo Subianto/Detikcom)

Nusantaraterkini.co - Media internasional asal Amerika Serikat menyoroti perpolitikan di Indonesia, salah satunya Calon Presiden Prabowo Subianto yang digadang-gadang sudah memiliki sejumlah nama Menteri Keuangan di kabinet pemerintahannya. 

Bloomberg, media internasional asal Amerika Serikat menyebut Sri Mulyani tidak akan menjabat sebagai Menteri Keuangan dalam kabinet pemerintahan Prabowo Subianto.

Dilansir dari detikcom, menurut Bloomberg, Prabowo dikabarkan tengah mempertimbangkan sejumlah tokoh yang berlatar belakang perbankan sebagai Menteri Keuangan. Disebut ia sedang mencari teknokrat yang dapat mengamankan dana negara, menjaga kewaspadaan fiskal, dan mampu memenuhi janji kampanyenya.

Baca Juga : Prabowo Tegaskan Elite Gagal Kelola Kekayaan Bangsa, Serukan Persatuan Berantas Kemiskinan dan Sampah

Menurut sejumlah sumber Bloomberg, setidaknya terdapat empat tokoh yang tengah dipertimbangkan Prabowo. Keempatnya yakni, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara Kartika Wirjoatmodjo, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, dan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Royke Tumilaar.

Nama-nama tersebut dinilai cocok menduduki jabatan Menteri Keuangan, lantaran keahlian finansial dan gaya kepemimpinannya. Namun, Prabowo sendiri, dikatakan, posisi Menteri Keuangan tidak akan dijadikan sebagai negosiator politik. Alasannya, posisi tersebut kemungkinan berada di luar politik, dan dibutuhkan sosok yang teliti dan kompeten dalam mengelola anggaran negara.

"Menteri Keuangan baru akan menggantikan Sri Mulyani Indrawati, satu-satunya perempuan yang pernah ditunjuk untuk peran tersebut sejak kemerdekaan Indonesia pada 1945," tulis Bloomberg, dilansir dari detikcom, Kamis, (29/2/2024).

Baca Juga : Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Pengamat: Indonesia Punya Posisi Strategis Jadi Penyambung Aspirasi Rakyat Palestina

Namun, yang menduduki peran Menteri Keuangan kelak, bakal miliki beban tanggung jawab yang besar. Lantaran, Indonesia akan menghadapi berbagai resiko geopolitik, terutama gangguan rantai pasokan akibat persaingan AS-China.

"Sehingga orang tersebut harus mempertahankan disiplin fiskal, yang telah menjadi hal penting dalam menstabilkan rupiah dan meyakinkan investor asing, sambil mengamankan pendanaan yang cukup untuk rencana pengeluaran besar Prabowo," sambung mereka.

Namun, beberapa sumber Bloomberg mengatakan daftar nama calon Menteri Keuangan tersebut bisa berubah kapan saja. Hal ini karena, pembahasan terkait pembentukan kabinet masih dalam tahap awal.

Baca Juga : Purbaya Bersihkan Lini Depan Fiskal, 36 Pejabat Kemenkeu Dirombak dengan Bea Cukai Jadi Sorotan Utama

Pendiskusian diyakini semakin meningkat setelah Prabowo resmi dinyatakan sebagai pemenang Pemilu 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum. Jadwal hasil resmi diumumkan pada 20 Maret mendatang. Namun ketika dikonfirmasi, Juru Bicara Prabowo belum merespon hal tersebut.

Menurut Bloomberg, berikut adalah rincian nama-nama kandidat potensial Menteri Keuangan di pemerintahan Prabowo Subianto:

1. Budi Gunadi Sadikin

Baca Juga : Korupsi Pegawai Pajak KPP Madya Jakut, DPR Desak KPK Usut Tuntas

Menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada Desember 2020. Budi berhasil menahan penyebaran COVID-19 di Indonesia dengan memanfaatkan jaringan internasional dan sumber daya dalam negeri untuk mendapatkan tes dan vaksin. Sebelumnya, Budi adalah wakil menteri badan usaha milik negara.

Lulusan fisika nuklir Institut Teknologi Bandung ini sempat berkarier sektor swasta yaitu di Asia-Pasifik IBM. Dia menjabat sebagai staf teknologi informasi sebelum memulai kariernya di PT Bank Bali dan kemudian menjadi Direktur Utama PT Bank Mandiri. Budi juga pernah menjabat sebagai presiden PT Indonesia Asahan Aluminium sebelum meninggalkan sektor swasta untuk pemerintahan.

2. Royke Tumilaar

Baca Juga : Buntut Kasus Gus Miftah, Komunikasi Publik Jajaran Kabinet Prabowo Perlu Dievaluasi

Royke memimpin Bank Mandiri dari 2019 hingga 2020 setelah menjabat berbagai posisi di departemen mulai dari wholesale banking, korporat, hingga manajemen aset. Dia pertama kali bergabung dengan bank pada tahun 1998 setelah Krisis Keuangan Asia, setelah memulai karier bankir sebagai analis kredit di Bank Dagang Negara.

Setelah meninggalkan Mandiri, Royke bergabung dengan PT Bank Negara Indonesia (BNI) sebagai Direktur Utama. Royke meraih gelar ekonomi dari Universitas Trisakti dan gelar magister bidang keuangan bisnis dari University of Technology Sydney.

3. Kartika Wirjoatmodjo

Pria yang akrab disapa Tiko merupakan pengganti Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama Bank Mandiri. Sebelumnya, Tiko merupakan Kepala Eksekutif Lembaga Penjaminan Simpanan dan sempat memimpin PT Indonesia Infrastructure Finance.

Baca Juga : Soal Kabinet Obesitas Prabowo, Pengamat: Waktu 100 Hari untuk Evaluasi

Pada 2019, Tiko diangkat menjadi Wakil Menteri BUMN. Tiko diketahui meraih gelar sarjana akuntansi dari Universitas Indonesia dan meraih gelar magisternya (MBA) dari Universitas Erasmus Rotterdam pada 2001.

4. Mahendra Siregar

Mahendra adalah seorang ekonom, ia tidak asing lagi dengan Kementerian Keuangan. Di bawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tepatnya pada 2011-2013, Mahendra menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Mahendra juga pernah menjadi duta besar Indonesia untuk AS. Sejak 2022, ia telah memimpin Otoritas Jasa Keuangan yang mengawasi peraturan di sektor perbankan dan pasar modal.

Mahendra meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia dan gelar master di bidang yang sama dari Monash University.

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Detikcom