Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Materi Keamanan Pangan Masuk Kurikulum Sekolah, Komisi IX: Fokus Dulu Kualitas SDM yang Olah MBG

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mewacanakan untuk memasukkan materi keamanan pangan dan gizi ke dalam kurikulum sekolah.

Arzeti Bilbina (Foto: dok.dpr)
Arzeti Bilbina (Foto: dok.dpr)
A A

nusantaraterkini.co, JAKARTA - () untuk dan ke dalam .

, menilai, tersebut merupakan langkah positif, namun akan lebih tepat sasaran jika fokus utama diarahkan terlebih dahulu pada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengelola Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah.

"Secara konsep, edukasi sejak dini melalui di soal dan memang penting. Tapi jangan dibalik logikanya. Siswa diminta belajar soal itu, tapi menu yang disajikan ke mereka justru masih berpotensi membahayakan. Ini kan kontradiktif," tegas Arzeti, Kamis (2/10/2025).

Legislator dapil Jatim I ini menekankan bahwa yang lebih mendesak saat ini adalah memastikan para pengelola kantin, penyedia katering sekolah, serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyusunan dan distribusi MBG benar-benar paham prinsip dasar keamanan pangan dan gizi.

"Yang harus diberi pelatihan dan sertifikasi justru para pengelola makanan sekolah. Mereka yang memutuskan apa yang masuk ke tubuh anak-anak setiap hari. Kalau mereka tidak paham, percuma anak-anak belajar, tapi tetap makan makanan yang tidak layak atau bergizi buruk," ujar Arzeti.

Arzeti juga mendorong agar Kementerian Kesehatan bekerja sama lebih erat dengan Kementerian Pendidikan, Kementerian Sosial, dan dinas terkait di daerah untuk memperkuat sistem pengawasan dan peningkatan kapasitas SDM pengelola MBG.

“Kalau serius ingin menekan stunting dan meningkatkan kesehatan generasi muda, maka mulai dari kualitas makanan yang masuk ke sekolah. Baru setelah itu pendidikan ke siswa bisa jadi pelengkap yang berkelanjutan,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan mengusulkan topik soal keamanan pangan dan gizi menjadi pelajaran dalam kurikulum sekolah. Menkes menuturkan cara ini dilakukan agar anak lebih paham seperti apa makanan yang masih layak konsumsi.

Dalam rapat kerja bersama anggota DPR-RI Komisi IX, Menkes menuturkan ini sebagai upaya salah satu upaya pencegahan masalah keracunan menu makan bergizi gratis (MBG).

"Sejak dulu waktu stunting kan sudah bikin Kurikulum Merdeka-nya sama Pak Nadiem. Beberapa kurikulum kesehatan dibikin bersama-sama dengan Mendikdasmen (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) dulu yang kita masukan ke Kurikulum Merdeka Belajar, sehingga mendidik anak-anak kita mengenai gizi dan keamanan makanan," kata Menkes. 

(cw1/nusantaraterkini.co).

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait

Berita Terbaru