Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Siswa SD Tewas Diduga Dibully, Ahmad Doli: Ini Sudah Keterlaluan

Siswa SD Tewas Diduga Dibully, Ahmad Doli: Ini Sudah Keterlaluan

A A

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyoroti kasus meninggalnya seorang siswa dasar (SD) di Pemalang, Jawa Tengah, yang diduga menjadi korban perundungan atau bullying oleh kakak kelasnya.

Doli menilai kasus tersebut sudah sangat memprihatinkan dan menunjukkan bahwa persoalan kekerasan terhadap anak harus mendapat perhatian serius dari seluruh elemen bangsa.

“Ini kurang ajar ini sudah, dan sudah keterlaluan. Ini bukan kejadian satu dua kali, ini sudah gila,” ujar Ahmad Doli Kurnia, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, berbagai kasus kekerasan terhadap anak yang terus terjadi perlu menjadi peringatan bersama. Ia khawatir jika tidak ditangani secara serius, Indonesia akan menghadapi kondisi darurat kekerasan terhadap anak.

Doli menegaskan, kekerasan terhadap anak saat ini tidak hanya terjadi dalam hubungan orang tua dengan anak maupun guru dengan murid. Kekerasan juga dapat terjadi antaranak, termasuk antara kakak kelas dan adik kelas maupun sesama teman.

“Saya khawatir kalau kita tidak tangani, kita ini menjadi darurat kekerasan anak. Ternyata kekerasan itu bukan terjadi antara orang tua terhadap anak, bukan guru terhadap muridnya, tetapi juga anak-anak terhadap adiknya dan kepada teman-temannya,” kata legislator dapil Sumut ini.

Ia mempertanyakan bagaimana masa depan Indonesia apabila anak-anak sejak usia dasar sudah terbiasa melakukan tindakan kekerasan yang dapat berujung pada hilangnya nyawa seseorang.

“Coba kita bayangkan akan menjadi apa Indonesia ini ke depan kalau diisi oleh anak-anak yang sejak mulai SD itu sudah bisa membunuh orang,” ujarnya.

*Minta Orang Tua Lebih Peduli*

Doli mengimbau seluruh orang tua agar meningkatkan perhatian terhadap perkembangan anak, baik dari sisi pendidikan maupun pembentukan karakter.

Ia meminta orang tua tidak hanya memastikan kebutuhan pendidikan formal anak terpenuhi, tetapi juga memberikan bimbingan agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan mampu menghormati orang lain.

“Pertama kepada seluruh orang tua, anak-anak kita di seluruh Indonesia, mari kita jaga anak-anak kita, mari kita didik, kita bimbing menjadi anak-anak yang berakhlak,” kata Doli.

Selain keluarga, Doli meminta pihak sekolah, khususnya kepala sekolah dan para guru, lebih peka terhadap setiap perkembangan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Menurutnya, sekolah harus mampu mendeteksi sejak dini potensi terjadinya kekerasan maupun perundungan di antara siswa.

“Bagi guru-guru di sekolah, terutama kepala sekolah, harus bisa betul-betul pasang telinga, mata, hati untuk bisa mencermati setiap detail perkembangan yang ada di sekolah,” ujarnya.

Doli menekankan pentingnya sinergi antara keluarga dan sekolah. Menurutnya, komunikasi yang baik antara kedua lingkungan tersebut diperlukan agar tidak terdapat celah bagi praktik kekerasan terhadap anak.

“Antara lingkungan keluarga dengan lingkungan sekolah itu tidak ada celah untuk terjadinya praktik-praktik kekerasan seperti itu,” katanya.

Doli juga meminta aparat penegak hukum (APH) lebih cepat dan serius dalam menangani laporan kekerasan terhadap anak.

Ia mengaku berdasarkan pengalamannya selama sekitar satu tahun menangani persoalan kekerasan terhadap anak, masih melihat adanya kesan bahwa penanganan terhadap sejumlah kasus berjalan lambat.

“Jujur saya mengatakan bahwa selama pengalaman saya satu tahun ini menangani masalah kekerasan terhadap anak, ini memang terkesan kita masih sangat lambat menangani kasus-kasus yang seperti ini,” ujarnya.

Doli mengatakan dalam waktu dekat dirinya berencana datang langsung ke Pemalang untuk melihat kondisi yang terjadi serta bertemu dengan pihak-pihak terkait, khususnya keluarga korban.

Ia berharap kehadirannya dapat membantu mendorong penyelesaian dan penanganan kasus tersebut secara serius.

“Insyaallah dalam waktu dekat saya mau ke Pemalang melihat langsung situasi yang dirasakan oleh orang tua dan kemudian anak yang menjadi korban. Mudah-mudahan kita bisa juga membantu penanganan masalah ini bisa segera selesai,” katanya.

Doli juga mengajak masyarakat untuk tidak bersikap pasif apabila menemukan indikasi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar.

Menurutnya, tindakan pencegahan harus dilakukan sejak muncul tanda-tanda kekerasan dan tidak perlu menunggu hingga terjadi korban jiwa.

“Kalau memang ada informasi kekerasan lainnya, kita tidak perlu menunggu sampai ada korban jiwa meninggal. Ketika kita melihat ada bentuk kekerasan atau potensi kekerasan apa pun, saya kira kita harus koordinasikan, kita informasikan, supaya kita bisa mencegah adanya korban-korban lagi ke depan,” pungkasnya.

(LS/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait