Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Masyarakat Lebih Mudah Lapor Damkar Dibanding Polisi, Komisi III DPR Desak Polri Berbenah Total

Masyarakat kini lebih percaya melapor ke Damkar daripada Polisi. Komisi III DPR desak Polri berbenah total karena laporannya sering diabaikan

Anggota Komisi III DPR, Abdullah. (Foto: istimewa)
Anggota Komisi III DPR, Abdullah. (Foto: istimewa)
A A

, JAKARTA - Fenomena masyarakat yang belakangan ini lebih memilih menghubungi petugas pemadam kebakaran () dibandingkan melapor kepada pihak saat menghadapi berbagai persoalan mendapat respon dari . 

Menurut , kondisi ini merupakan alarm penting yang harus dijadikan evaluasi menyeluruh bagi Polri.

Untuk itu, legislator asal Dapil Jawa Tengah VI itu mendesak polisi terus berbenah. Abdullah menjelaskan, tidak akan menurun tanpa sebab.

Salah satu faktor utama, menurutnya, adalah banyaknya yang tidak ditindaklanjuti secara cepat dan tuntas oleh aparat kepolisian.

Baca Juga : Kinerja Kalah Cepat, Wakapolri Ungkap Masyarakat Lebih Mudah Lapor Damkar Ketimbang Kantor Polisi

“Ketika masyarakat merasa laporannya diabaikan atau prosesnya berbelit, mereka akan mencari institusi lain yang dianggap lebih responsif. Fakta bahwa menjadi pilihan pertama untuk berbagai masalah yang sebenarnya berada dalam ranah menunjukkan ada yang tidak beres dan perlu dibenahi,” tegasnya, Selasa (25/11/2025). 

Ia juga menilai, meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada Damkar bukan hanya karena profesionalitas lembaga tersebut, tetapi juga karena enggannya masyarakat berurusan dengan polisi akibat pengalaman buruk sebelumnya.

“Masyarakat akhirnya enggan lapor polisi. Mereka lebih memilih lapor Damkar karena merasa lebih cepat ditangani. Ini harus menjadi introspeksi bagi Polri,” sambung legislator dapil Jateng III ini.

Baca Juga : Penjelasan Damkar Medan Terkait Kebakaran Hebat di Karang Berombak

Abdullah mendesak Polri untuk terus berbenah, memperbaiki sistem , meningkatkan respons terhadap laporan masyarakat, serta memperkuat integritas aparat di lapangan.

Menurutnya, pemulihan hanya dapat dilakukan melalui tindakan nyata dan perbaikan berkelanjutan.

“Saya mendorong Polri untuk melakukan pembenahan struktural maupun kultural. Kepercayaan publik adalah modal utama institusi penegak hukum. Ini bukan sekadar kritik, tetapi ajakan untuk memperbaiki diri demi pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” tandasnya.

(cw1/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait