Berita Unggulan

Ikuti Kami

Nusantaraterkini.co - Portal Berita

Kinerja Kalah Cepat, Wakapolri Ungkap Masyarakat Lebih Mudah Lapor Damkar Ketimbang Kantor Polisi

Wakapolri Dedi Prasetyo akui respons SPKT lambat, masyarakat lebih pilih lapor ke Damkar

Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat rapat kerja bersama Komisi III DPR, Selasa (18/11/2025). (Foto: dok YouTube TVR Parlemen)
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo saat rapat kerja bersama Komisi III DPR, Selasa (18/11/2025). (Foto: dok YouTube TVR Parlemen)
A A

, JAKARTA -  Komjen Pol Dedi Prasetyo mengakui, jika masyarakat saat ini lebih memilih membuat laporan kepada pemadam kebakaran () ketimbang kantor polisi.

Menurutnya, hal ini lantaran Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu () lambat merespons laporan masyarakat.

"Di bidang SPKT dalam laporan masyarakat lambatnya ," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, Selasa (18/11/2025) mengutip kanal YouTube TVR Parlemen.

Baca Juga : Wakapolri Akui Respons SPKT Lambat, Kinerja Banyak Kapolsek di Bawah Standar

memaparkan Polri masih mencatatkan waktu di atas 10 menit lebih lama dari standar respons cepat yang ditetapkan PBB di bawah 10 menit.

Selanjutnya, pemanfaatan optimalisasi berbasis digital 110 juga masih kalah dibanding institusi lainnya.

"Saat ini masyarakat lebih mudah melaporkan segala sesuatu ke , karena damkar quick response-nya cepat dan dengan perubahan optimalisasi 110. Harapan kami setiap pengaduan masyarakat bisa direspons di bawah 10 menit," ujarnya.

Sementara itu, Dedi juga mengakui masih banyak pejabat kepolisian di level wilayah belum menunjukkan kinerja optimal. Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan Polri, terdapat ribuan atau tidak memenuhi standar kinerja.

"Kami lihat dari 4.340 Kapolsek, 67 persen ini under performance. Kenapa under performance? Hampir 50 persen Kapolsek kami itu diisi oleh perwira-perwira lulusan ,” jelasnya.

PAG tersebut adalah Polri, sebuah program seleksi dan pendidikan yang membuka jalur bagi anggota kepolisian dari pangkat bintara untuk naik menjadi perwira.

Baca Juga : Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Raih Penghargaan Universitas Brawijaya  

Kondisi hampir serupa terjadi di level Kapolres. Di mana dari 440 Kapolres yang sudah dilakukan asesmen, sebanyak 36 Kapolres under performance. 

Selain level Polsek dan Polres, Dedi juga mengakui masih rendahnya performa Direktur Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) di level Polda. Karena itu, dia memastikan akan melakukan perbaikan sumber daya manusia (SDM) agar setiap pejabat bisa menjalankan tugasnya sebaik mungkin.

"Ini catatan dari kami, kami harus melakukan perbaikan,” tandasnya.

(*/)

Bagikan:

WhatsApp Channel

Ikuti saluran Nusantaraterkini di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru langsung di ponselmu.

Ikuti

Google News

Dapatkan berita pilihan dan update terkini dari Nusantaraterkini di Google News.

Ikuti

Berita Terkait