DPR Desak Bea Cukai Bongkar Sindikat Rokok Ilegal: Jangan Cuma Kejar Pengecer
DPR mendesak Bea Cukai membongkar sindikat rokok ilegal hingga produsen, pemodal, dan penerima manfaat akhir, bukan hanya mengejar pengecer.
Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Peredaran rokok ilegal di Jakarta kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi III DPR, Abdullah, meminta aparat tidak berhenti menindak pengecer atau distributor di lapangan. Jaringan rokok ilegal harus dibongkar hingga ke produsen, pemodal, dan pihak yang menjadi penerima manfaat akhir.
Menurut Abdullah, peredaran rokok ilegal bukan sekadar persoalan pelanggaran di tingkat pengecer. Di balik distribusi barang kena cukai (BKC) ilegal tersebut, terdapat mata rantai bisnis yang lebih besar dan perlu diungkap aparat.
"Yang terpenting penindakan tidak boleh hanya berhenti pada pengecer atau distributor, tetapi harus ditelusuri hingga produsen dan pemodalnya," kata Abdullah, Sabtu (12/9/2026).
Abdullah menilai praktik tersebut bukan hanya menggerus penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga merusak iklim persaingan usaha.
Pelaku industri rokok yang menjalankan usahanya secara legal harus memenuhi berbagai kewajiban, termasuk membayar cukai dan mematuhi ketentuan yang berlaku. Sebaliknya, pelaku bisnis ilegal menghindari kewajiban tersebut dan tetap memperoleh keuntungan.
"Akibatnya, bukan hanya negara yang dirugikan, tetapi banyak pihak dalam rantai pasok industri rokok yang menjalankan usahanya secara legal," ujarnya.
Abdullah meminta Bea Cukai bersama aparat penegak hukum melakukan pengembangan setiap kasus penindakan. Menurut dia, pelaku yang tertangkap di lapangan seharusnya menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.
Ia juga mendorong penelusuran terhadap aliran uang dari bisnis rokok ilegal. Langkah tersebut diperlukan untuk mengetahui siapa saja yang menikmati keuntungan dari bisnis tersebut sekaligus mengantisipasi kemungkinan hasil kejahatan digunakan untuk membiayai aktivitas ilegal lainnya.
"Penegakan hukum yang menyeluruh ini penting untuk melindungi kepentingan masyarakat, pelaku usaha yang patuh, dan negara," tegasnya.
Komitmen untuk membongkar jaringan rokok ilegal sebelumnya juga ditegaskan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Hendri Darnadi.
Hendri memastikan penindakan tidak akan berhenti pada pelaku yang berada di tingkat bawah. Bea Cukai Jakarta, kata dia, akan mengejar jaringan tersebut hingga pihak yang menerima manfaat akhir.
"Komitmen kami adalah akan kejar sampai ujungnya untuk memberikan efek jera. Kami kejar sampai penerima manfaat akhir. Semoga jadi template baru dalam proses penindakan atau penyidikan rokok ilegal," kata Hendri.
(LS/Nusantaraterkini.co)
Berita Terkait
Berita Terbaru
-
NEWSTNI Raih Empat Rekor MURI Melalui Kegiatan Bersama Masyarakat
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
NEWSMagangHub Batch 2 Dimulai Hari Ini, Peserta Diminta Bersiap
Herman Saleh Harahap·1 jam yang lalu -
E-SportKlasemen MPL ID S18: TLID Kokoh di Puncak, EVOS Beri Kejutan, Peluang RRQ Menipis
Herman Saleh Harahap·2 jam yang lalu -
NEWSWorld Cleanup Day 2026, Wali Kota Binjai Ajak Warga Jadikan Gotong Royong Budaya
hendra·9 jam yang lalu -
E-SportKejar Peningkatan Prestasi Nasional, ESI Sumut Gelar Kejurprov Esport 2026
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
KRIMINALVideo Porno “A Day in My Life” Viral, Dua Pria Gay di Bogor Diamankan Polisi
hendra·9 jam yang lalu -
E-SportJungler Magang Rendyyy Bersinar Gantikan Alberttt, EVOS Tumbangkan TLID 2-1
Herman Saleh Harahap·9 jam yang lalu -
NEWSSekda Lampung Tengah Welly Adiwantra Ditahan, Terseret Kasus 382 Honorer di Metro
hendra·10 jam yang lalu -
SUMSELTerbukti Setubuhi Anak di Bawah Umur, Pemuda 21 Tahun Diringkus Satreskrim Polres OKU
hendra·12 jam yang lalu -
KESEHATANKasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Kenali Gejala, Cara Penularan dan Pencegahannya
hendra·12 jam yang lalu
Semua berita sudah ditampilkan