Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Manfaat Bawang Putih Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II

Editor:  Rozie Winata
Reporter: Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istimewa)

Manfaat Bawang Putih Dalam Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe II

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Diabetes Mellitus merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian di seluruh dunia saat ini. Sebab jumlah prevalensi penyakit diabetes mellitus semakin meningkat.

Baca Juga : Lindungi Ginjal Melalui Deteksi Dini Lewat Program Prolanis

Menurut data International Diabetes Federation (IDF) dalam Atlas edisi ke-10 mengkonfirmasi bahwa diabetes termasuk salah satu di antara kegawatdaruratan kesehatan global dengan pertumbuhan paling cepat di abad ke-21 ini. 

Baca Juga : 5 Penyakit Berbahaya yang Paling Banyak Menyerang Masyarakat Indonesia: Penyakit Ini Sangat Mematikan

Pada tahun 2021, lebih dari lebih dari setengah miliar manusia dari seluruh dunia hidup dengan diabetes, atau tepatnya 537 juta orang. Jumlah ini diproyeksikan akan mencapai 643 juta pada tahun 2030 dan 783 juta pada tahun 2045.

Dr. Siti Zahara Nasution, S.Kp., MNS dan Helpianus Siswanto Hondro, S.Kep., Ners dari Program Studi Magister Ilmu Keperawatan USU dalam karya tulisnya menyampaikan, selain jumlah penyandang diabetes yang besar, diperkirakan jumlah orang dengan kadar glukosa darah yang mulai meningkat atau pada fase prediabetes, yaitu toleransi glukosa terganggu pada tahun 2021 ini berjumlah sekitar 541 juta.

Baca Juga : Harga Bawang Putih dan Cabai Merah Kembali Naik, Konsumen Tertekan

Diabetes pada populasi ini juga memberikan konsekuensi angka kematian yang tinggi terkait dengan diabetes, yaitu diperkirakan lebih dari 6,7 juta pada kelompok orang dewasa berusia antara 20–79 tahun (Kemenkes RI, Riset Kesehatan Dasar, 2021).

Baca Juga : Sembilan Manfaat Makan Bawang Putih Mentah

Di samping itu juga, diabetes dapat menimbulkan kerusakan pembuluh darah besar (makrovaskular), yang komplikasinya berupa serangan jantung atau stroke.

"Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular, yaitu penyakit kronik atau penyakit yang berkaitan dengan gaya hidup," tulis mereka.

Karenanya, upaya pengendalian terhadap Diabetes Mellitus menjadi sangat penting dalam mengendalikan dampak komplikasi. Namun tantangan terbesar bagi penderita Diabetes Mellitus adalah menjaga kadar gula darah tetap stabil dengan penerapan gaya hidup sehat dan menjaga pola makan (jadwal makan, jenis dan jumlah makanan yang dikonsumsi).

"Namun, banyak bahan makanan yang diyakini bermanfaat bagi penderita Diabetes Mellitus, salah satunya adalah bawang putih," kata mereka.

Sebab, obat antidiabetes oral, kebanyakan memberikan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satu efek samping yaitu gangguan pencernaan, diare dan sakit perut.

Karena itu, jelas mereka, para ahli, mengembangkan system pengobatan tradisional untuk Diabetes Mellitus yang relatif aman yang salah satunya adalah bawang putih.

"Bawang putih telah dievaluasi manfaatnya sebagai pengobatan untuk penyakit diabetes mellitus. Manfaat bawang putih untuk penyakit Diabetes Mellitus (karena) memiliki kandungan allicin, yaitu bahan aktif pada bawang putih, dapat berperan sebagai antidiabetik dan antibiotik," jelas mereka.

Adapun penelitian yang pernah dilakukan, bahwa bawang putih bisa menurunkan gula darah pada manusia dan banyak juga terdapat publikasi yang menunjukan bahwa bawang putih memiliki potensi farmakologis sebagai agen antibakteri, antihipertensi dan antitrombotik (Lisiswanti, 2017).                             

Hasil penelitian Nisel, E.C tahun (2018) menunjukkan bahwa bawang putih (Allium Sativum) dengan lama pemanasan 5 hari pada suhu 750C, dibiarkan dalam keadaan tertutup dan dikonsumsi 4 gram/hari berpengaruh terhadap gula darah sewaktu lansia.

Ini karena bawang hitam (Allium Sativum) yang mengandung senyawa antioksidan golongan polifenol yang meningkatkan aktivitas super-oksida dismutase (SOD) dan enzim katalase (CAT), sehingga mengurangi stress oksidatif, mampu mengontrol kadar glukosa darah, mencegah komplikasi diabetes dan efektif dalam menurunkan gula darah sewaktu.

Hal ini juga dikatakan oleh penelitian Yuniarni, U., dkk pada tahun 2012 tentang Pengaruh Penggunaan Kombinasi Ekstrak Bawang Putih Dan Kunyit Terhadap Hasil Laboratorium Klinik Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 yang mengatakan bahwa Uji klinik sebelumnya menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak bulbus bawang putih (Allium sativum) dan rimpang kunyit (Curcuma domestica Val.).

"Di mana pada dosis 2,4 mg/hari dilaporkan dapat menurunkan kadar glukosa darah puasa secara bermakna pada penderita diabetes mellitus tipe 2 (DM tipe 2)," pungkas mereka.

(zie/nusantaraterkini.co)