Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

5 Penyakit Berbahaya yang Paling Banyak Menyerang Masyarakat Indonesia: Penyakit Ini Sangat Mematikan

Editor:  hendra
Reporter: Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Penyakit mematikan. Ilustrasi. (Foto: istimewa)

nusantaraterkini.co, MEDAN – Ancaman penyakit berbahaya di Indonesia semakin nyata dari tahun ke tahun. Berbagai penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kasus penyakit mematikan, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, tuberkulosis, hingga sirosis hati. Kondisi ini bukan hanya mengancam kesehatan individu, tetapi juga menimbulkan beban besar bagi keluarga, ekonomi, dan sistem kesehatan nasional.

Banyak orang mengira penyakit-penyakit tersebut hanya menyerang usia lanjut atau mereka yang bergaya hidup tidak sehat. Faktanya, faktor genetik, lingkungan, serta pola hidup modern yang serba cepat juga berperan besar dalam meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya.

Berikut beberapa penyakit mematikan yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia beserta dampaknya yang kami rangkum untuk sahabat Nuter:

Baca Juga : Jumlah Kasus Demam Berdarah Melonjak di Ibukota Vietnam

1. Kanker

Kanker terjadi ketika sel tubuh tumbuh secara tidak terkendali, merusak jaringan sekitar, bahkan menyebar ke organ lain.

Jenis kanker yang paling sering ditemukan di Indonesia antara lain:

Baca Juga : Diduga Terkena Asam Lambung Akut, Penarik Becak di Tanah Jawa Ditemukan Meninggal

Kanker payudara, paling umum pada perempuan.

Kanker serviks, umumnya terkait infeksi HPV.

Kanker paru-paru, banyak menyerang perokok aktif maupun pasif.

Baca Juga : KontraS Kecam Rencana Disdik Pematangsiantar Kirim Pelajar Nakal ke Barak TNI

Kanker hati, sering berkaitan dengan hepatitis B dan C.

Sayangnya, sebagian besar kasus kanker di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut. Hal ini membuat pengobatan lebih sulit, peluang sembuh lebih kecil, dan biaya yang dikeluarkan pun semakin besar.

2. Stroke

Baca Juga : Waspada... Aplikasi Android Palsu Nyamar Jadi Instagram - WhatsApp, Bisa Curi Data

Stroke merupakan kondisi darurat medis yang terjadi ketika aliran darah ke otak terhenti. Dalam hitungan menit, sel-sel otak bisa rusak permanen.

Faktor risikonya meliputi:

Tekanan darah tinggi (hipertensi).

Baca Juga : Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Pengamat: Indonesia Punya Posisi Strategis Jadi Penyambung Aspirasi Rakyat Palestina

Kebiasaan merokok.

Diabetes yang tidak terkontrol.

Kurang aktivitas fisik.

Baca Juga : Indonesia Didorong Waspada, Misi Perdamaian Gaza Berpotensi Ganggu Keseimbangan Hubungan AS–Cina

Selain mengancam nyawa, stroke juga meninggalkan dampak jangka panjang seperti kelumpuhan, gangguan bicara, hingga kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari.

3. Penyakit Jantung Iskemik

Penyakit ini terjadi saat aliran darah ke otot jantung terhambat akibat penumpukan plak di pembuluh darah koroner.

Pemicunya antara lain:

Kebiasaan merokok.

Pola makan tinggi lemak dan junk food.

Kurangnya olahraga.

Menurut Kementerian Kesehatan, penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia.

4. Tuberkulosis (TB)

Indonesia termasuk negara dengan jumlah kasus TB tertinggi di dunia. Penyakit ini menular melalui udara, sehingga penyebarannya sangat cepat.

Fakta penting seputar TB:

Gejala awal sering samar, sehingga diagnosis kerap terlambat.

Pengobatan memakan waktu panjang.

Jika tidak dituntaskan, bisa berkembang menjadi TB resistan obat yang jauh lebih sulit disembuhkan.

Pencegahan bisa dilakukan sejak dini melalui vaksin BCG, menjaga daya tahan tubuh, dan pola hidup bersih.

5. Sirosis Hati

Sirosis adalah kerusakan hati kronis yang ditandai dengan terbentuknya jaringan parut sehingga fungsi hati menurun drastis.

Penyebab utamanya meliputi:

Konsumsi alkohol berlebihan.

Infeksi hepatitis B dan C.

Obesitas dan perlemakan hati.

Jika dibiarkan, sirosis dapat berkembang menjadi gagal hati atau kanker hati. Menjaga kesehatan hati bisa dilakukan dengan menghindari alkohol, menjaga berat badan ideal, serta memastikan kualitas tidur yang cukup agar proses detoksifikasi alami tubuh berjalan optimal.

Meski terdengar menakutkan, sebagian besar penyakit berbahaya sebenarnya bisa dicegah dengan gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, istirahat cukup, serta menghindari rokok dan alkohol.

Namun, yang sering terlupakan adalah perlindungan finansial. Biaya pengobatan kanker, stroke, maupun penyakit jantung bisa mencapai ratusan juta rupiah. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan.

Penyakit mematikan bukan hal yang bisa dianggap sepele. Dengan kesadaran sejak dini, pola hidup sehat, risiko penyakit berbahaya dapat ditekan sehingga sahabat Nuter (sebutan untuk pembaca setia nusantaraterkini.co) bisa hidup lebih sehat, produktif, dan berkualitas.

(Dra/nusantaraterkini.co)