Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir lestarikan kearifan lokal dengan menggelar Marsuan Eme dan lomba menanam padi dengan empat kategori yakni penyuluh, petani, pelajar dan wisatawan.
Marsuan Emedi langsungkan di lahan warga Desa Sikam, Kecamatan Limbong, Kabupaten Samosir (24/6/2025).
BACA JUGA: Proses Hukum Kasus Perusakan Gereja IRC Mandek, Samuel Marpaung Desak Kepolisian Bertindak
Dalam Bahasa Batak Toba Marsuan Eme berarti menanam padi. Ini adalah bagian dari tradisi pertanian yang melibatkan gotong royong dalam masyarakat Batak, khususnya dalam menanam padi di sawah (juma atau hauma).
Marsuan Eme mencerminkan semangat kebersamaan dan saling membantu dalam masyarakat Batak.
Ketika musim tanam padi tiba, seluruh anggota keluarga atau bahkan seluruh warga desa akan bekerja bersama-sama untuk menanam padi di sawah.
Tradisi Marsuan Eme menunjukkan kearifan lokal masyarakat Batak dalam memanfaatkan sumber daya alam, menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan swasembada pangan.
Sistem pertanian tradisional ini juga memperkuat solidaritas sosial dan menjaga keharmonisan dalam masyarakat.
Meskipun ada pengaruh globalisasi dan modernisasi, tradisi marsuan eme masih tetap dilestarikan oleh sebagian masyarakat Batak, meskipun mungkin dengan beberapa penyesuaian.
Marsuam Eme di selenggarakan perdana kalinya di Kabupaten Samosir, gerakan tanam padi merupakan langkah untuk mempertahankan kearifan lokal dan swasembada pangan.
Para pemenang lomba juga mendapatkan hadiah, petani mendapatkan pupuk dan 2 unit traktor.
Ketua adat berinisail N mengungkapkan rasa terimakasihnya, atas terselenggaranya tradisi Marsuan Eme yg di gelar di Desa Sikam sebagai tuan rumah.
"Kami masyarakat Sikam sangat berterimakasih, Desa Sikam telah menjadi tuan rumah dalam kegiatan Marsuan Eme. Menanam padi merupakan tradisi kita orang Batak, patut dibanggakan dan di lestarikan sampai ke generasi selanjutnya", ujarnya.
Ia juga mengharapkan, kiranya Pemerintah juga memperhatikan jalan dan jembatan diujung Desa Sikam untuk segera diperbaiki agar wisatawan meningkat.
"Pemandangan di Desa Sikam luar biasa dan kunjungan wisatawan meningkat setelah jalan diperbaiki, kiranya diujung jalan dan jembatan nya segera di perbaiki agar wisatawan yang berlibur ke Samosir terkhusunya Desa Sikam terus meningkat," harapnya.
Bupati Samosir Vandiko Gultom dalam sambutanya, ia mengatakan tradisi kearifan lokal Marsuan Eme harus tetap dilestarikan dan dibudayakan.
"Kearifan lokal Marsuan Eme harus tetap lah kita lestarikan dan budayakan, jangan sampai tradisi turun temurun hilang akibat perubahan zaman. Masuan Eme atau menanam padi tidak hanya menjadi kearifan lokal, namun menciptakan swasembada pangan serta meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Samosir," tambahnya.
BACA JUGA: Senada Coffee Tempat Nongkrong Kekinian di Kawasan Delitua, Sajikan Musik Akustikan
Vandiko juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga tradisi dan untuk menjaga alam dengan tidak membakar hutan dan lahan.
"Mari kita semua untuk menjaga dan melestarikan Marsuam Eme atau menanam padi sebagai bagian dari diri kita, dihimbau untuk seluruh lapisan masyarakat untuk tetap menjaga alam dengan tidak membakar hutan dan lahan terkhusunya saat ini musim kemarau yg rentan terjadi kebakaran," tutupnya.
(cw8/Nusantaraterkini.co)
